Pemandu Pendaki GA Minta Pendakian Kembali Buka

0
4
Pemandu Pendaki GA Minta Pendakian Kembali Buka
Gunung Agung di Karangasem

Amlapura, DENPOST.id

Sejak ditetapkan menjadi Level II atau waspada, aktivitas Gunung Agung di Karangasem melandai. Kondisi ini membuat pemandu pendaki Gunung Agung (GA) di kawasan Besakih berharap pemerintah kembali membuka jalur pendakian secara resmi. Pasalnya, pendakian Gunung Agung mulai ramai di kunjungi wisatawan. Kondisi pendakian yang belum dibuka membuat wisatawan memilih mendaki sendiri atau tak memakai jasa pemandu lokal.

Hal tersebut diungkapkan Koordinator Guide Pendaki Gunung Agung Besakih, Mangku  Komang Kayun. Diwawancara beberapa waktu lalu, Kayun menuturkan kondisi gunung yang landai namun pendakian tak dibuka membuat para pendaki kerap kucing-kucingan. Mereka biasanya memilih waktu naik di malam hari saat kondisi sepi. “Pemandu dari jalur Pengubengan dan Besakih sempat berkoordinasi. Hasilnya, semua pemandu sepakat pendakian dibuka dan melibatkan guide lokal. Pemerintah harus ngeevaluasi level Gunung Agung,” ungkapnya.

Baca juga :  Patroli, Polsek Kubu Masih Temukan Warga "Memengkung"

Pihaknya berharap besar sebab sejak tahun 2017 lalu hingga 2021 pemandu sudah cukup bersabar menanti untuk kembali bekerja. Sebelum pandemi, para pemandu beralih profesi menjadi buruh tani. Namun kini pihaknya tak lagi dapat mengandalkan profesi itu karena terdampak pandemi Covid-19. “Kondisi Gunung Agung sudah membaik. Intinya pemandu Gunung Agung di Besakih serta Pengubengan  sebanyak 60 orang berharap pendakian dibuka untuk wisatawan, ” desaknya.

Baca juga :  Tanpa Diundi, Dana-Dipa Raih Nomor Urut 1

 

Diketahui, Pos Pengamatan Gunungapi Agung hingga kini masih mengeluarkan rekomendasi terkiat masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di dalam area kawah Gunung Agung dan di seluruh area di dalam radius 2 km dari Kawah Puncak Gunung Agung.

Tak hanya itu, masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan. (yun)

Baca juga :  Penelitian Bawah Laut, Seorang Penyelam Dilaporkan Hilang

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini