Dampak Semburan Belerang Danau Batur, Ikan Mati Mencapai 23 Ton

picsart 07 22 06.21.04
IKAN MATI - Ikan-ikan mati mengapung di Danau Batur, sebagai dampak semburan belerang.

Bangli, DENPOST.id

Semburan belerang di Danau Batur saat ini telah mereda. Namun, kerugian yang diderita para petani ikan dengan sistem Keramba Jala Apung (KJA) dipastikan kian besar. Pasalnya, sesuai catatan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli, pascasemburan belerang tersebut, pihaknya telah berhasil membersihkan bangkai ikan mencapai lebih dari 23 ton.

Itu pun belum termasuk bangkai ikan liar dan yang sudah dibersihkan oleh petani secara swadaya. Karena itu, diestimasi kerugian petani mendekati miliaran rupiah.

Baca juga :  IBF 2021, Bandara Ngurah Rai Siapkan Jalur Khusus Kontingen Atlet

“Saat ini, kondisi air Danau Batur memang sudah kelihatan tenang. Semoga saja, semburan belerang tidak ada lagi,” kata Kepala Dinas PKP Kabupaten Bangli, I Wayan Sarma, saat dikonfirmasi, Kamis (22/7/2021).

Lanjut Sarma, pada Rabu (21/7/2021) sore, semburan belerang terakhir tampak terjadi di wilayah Desa Songan B, tepatnya di Banjar Yeh Panas. “Untuk semburan belerang di Desa Songan terjadi dari dua hari lalu,” jelasnya. Dengan demikian, sejak semburan belerang terjadi dari delapan hari terakhir, tercatat lima wilayah yang terdampak, yakni Seked, Kedisan, Buahan, Abang Batudinding dan Songan. (128)

Baca juga :  Pulang ke Bali, 191 TKI Asal Bangli Berstatus ODP

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini