Mantan Sekda Jadi Tersangka, Bupati PAS Hanya Katakan Ini

Mantan Sekda Jadi Tersangka, Bupati PAS Hanya Katakan Ini
Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana

Singaraja, DENPOST.id

Penetapan Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buleleng, DKP sebagai tersangka mengejutkan banyak pihak. Salah satunya Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana (PAS). Tak banyak yang disampaikan PAS saat dimintai komentar terkait kasus tersebut. “Saya hanya berdoa agar pak sekda (mantan sekda-red) bisa melewati masa-masa sulit ini,” ucapnya, Jumat (23/7/2021).

Selebihnya, PAS meminta agar DKP mengikuti proses hukum yang sedang berjalan.

Sebelumnya Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali menetapkan DKP sebagai tersangka dalam kasus dugaan gratifikasi pengurusan izin pendirian pabrik Liquefied Natural Gas (LNG), pembangunan terminal Celukan Bawang dan pembangunan Bandara Bali Utara di Buleleng.

Plt Kepala Kejati (Kajati) Bali, Hutama Wisnu, Kamis (22/7/2021) mengatakan, penetapan tersangka terhadap DKP sejak Jumat 16 Juli 2021. “Tersangka DKP terlibat beberapa dugaan kasus gratifikasi terkait dengan pendirian pabrik LNG dan pembangunan Bandara Bali Utara,” bebernya.

Baca juga :  Pemotor Tewas Masuk Jurang di Desa Telaga

Penetapan tersangka terhadap DKP setelah dilakukan pemeriksaan terhadap puluhan orang saksi. “Sekitar 27 saksi yang diperiksa. Karena ini menyangkut gratifikasi ada beberapa yang masih perlu didalami seperti meminta keterangan ahli dan lainnya. Sementara ini masih 1 tersangka, untuk lainnya (tersangka) masih proses penyidikan,” beber Wisnu.

Lebih lanjut dikatakan, tersangka diperiksa dan dilakukan penyidikan berdasarkan dua surat perintah penyidikan, yakni berkaitan sewa rumah dinas dan surat perintah penyidikan terkait gratifikasi.

Baca juga :  Mobil Kementerian Dikbud Terguling di Tikungan Gitgit

Sementara itu Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Bali, Agus Eko P, mengungkapkan, disinyalir gratifikasi ini senilai Rp 16 miliar. Itu diberikan oleh perusahaan dan perorangan. “Pemberi gratifikasi ada dari perorangan dan perusahaan. Gratifikasi LNG sekitar Rp 13 miliar lebih. Bandara Bali Utara sekitar Rp 2,5 miliar,” bebernya.

Ditanya apakah si pemberi gratifikasi juga diperiksa, pihaknya mengatakan, 27 saksi yang diperiksa termasuk pemberinya. “Gratifikasi terkait Bandara sama terminal LNG di Celukan Bawang. Izin LGN sudah keluar tapi tidak berjalan. Ini dilakukan yang bersangkutan saat menjabat sebagai sekda tahun 2015-2020,” terang Agus Eko.

Baca juga :  Terapkan E-Surat, Diskominfosanti Beri Pelatihan bagi Operator

Sementara kuasa hukum tersangka DKP yakni Agus Sujoko mengaku sudah menerima surat penetapan tersangka dari Kejati Bali. “Tapi dalam surat tidak diuraikan dalam gratifikasi apa. Apa terkait rumah jabatan, bandara atau LGN di Celukan Bawang juga tidak jelas,” katanya.

Selain itu, Agus juga menanyakan penetapan tersangka lain dalam kasus gratifikasi. “Menyangkut gratifikasi kenapa, eks Sekda saja yang ditetapkan sebagai tersangka?” tanya Agus. (118)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini