Razia Vaksin di Kejaksaan, Puluhan Sopir Logistik “Terciduk”

Razia Vaksin di Kejaksaan, Puluhan Sopir Logistik “Terciduk”
TAKUT JARUM - Salah seorang pengendara motor terjaring razia vaksin dan mengaku takut jarum suntik sehingga memerlukan waktu untuk bisa divaksin di gerai Kejari Jembrana.

Negara, DENPOST.id

Razia vaksin terus digencarkan di Jembrana. Di hari ketiga yakni Jumat (23/7/2021) razia vaksin dilaksanakan di halaman Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Negara. Razia vaksin kali ini dipimpin Kejari Negara, Triono Rahayudi, didampingi  Kapolsek Negara, AKP I Gusti Made Sudarma Putra dan Kasat Lantas Polres Jembrana AKP I Dewa Gede Ariana.

Dari razia vaksin tersebut, puluhan kendaraan logistik dari Jawa “terciduk” belum vaksin. Selain itu, puluhan warga Jembrana juga tidak bisa menunjukkan kartu vaksin setelah ditanya petugas.

Baca juga :  Prokes Ketat, Cok Ace Lantik Pengurus BPC PHRI Jembrana

Triono Rahayudi mengatakan, operasi vaksin ini merupakan program bersama dengan Pemkab Jembrana. Tujuan kegiatan ini untuk memastikan seluruh penduduk Kabupaten Jembrana dan pengguna jalan telah mengikuti program vaksinasi nasional.

“Dalam program vaksinasi nasional ini kita bisa ikut bersama-sama menanggulangi penyebaran Covid-19. Kita tahu saat ini angka positif Covid-19 sangat tinggi sekali sehingga Pemerintah Pusat memberlakukan PPKM Level III,” katanya.  Harapannya para petugas bisa memastikan operasi yustisi hari ini bahwa masyarakat Jembrana penguna jalan bisa tervaksin.

Baca juga :  Bawaslu Ingatkan KPU Tak Laksanakan Coklit Tanpa Protokol Covid-19

Selama kegiatan, imbuh Triono, masyarakat sebanyak 80 persen sudah  patuh dan tidak ada penolakan saat divaksinasi. “Untuk semua petugas Kejaksaan Negeri Jembrana 100 persen sudah mengikuti vaksinasi tahap ke dua. Jadi kami harus memberi contoh dulu kepada masyarakat,” ujarnya.

Muhamad Ali salah seorang sopir logistik dari Lumajang mengaku  dirinya belum sempat mengikuti vaksin karena setiap hari ngirim barang baik sayuran dan sebagainya ke Bali. Saat menyeberang di Pelabuhan Ketapang,  pihaknya hanya ditanya surat rapid antigen saja, begitu juga sampai di Denpasar tidak ada. Bahkan sampai di Terminal Mengwi, dirinya  juga tidak menemukan pengecekan kartu vaksin.

Baca juga :  Angka Kematian Pasien Covid-19 di Jembrana Tembus 71 Orang

“Di Lumajang memang ada gebyar vaksin tapi  lama menunggu giliran karena memakai per wilayah di sana,” katanya.

Hal senada juga dikatakan sopir logistik dari Banyuwangi. Mereka bebas pulang pergi dari Banyuwangi sampai di Denpasar hanya menunjukkan surat rapid antigen. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini