Hadiri Karya Nyekah, Giri Prasta Imbau Tetap Taat Prokes

picsart 07 25 05.17.53
HADIRI NYEKAH - Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, didampingi Anggota DPRD Provinsi Bali Daerah Pemilihan Badung, I Bagus Alit Sucipta, menghadiri puncak karya pitra yadnya/nyekah krama Banjar Adat Karang Dalem II, Desa Adat Karang Dalem, Desa Bongkasa Pertiwi, Kecamatan Abiansemal, Sabtu (24/7/2021)

Bongkasa, DENPOST.id

Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, didampingi Anggota DPRD Provinsi Bali Daerah Pemilihan Badung, I Bagus Alit Sucipta, menghadiri puncak karya pitra yadnya/nyekah krama Banjar Adat Karang Dalem II, Desa Adat Karang Dalem, Desa Bongkasa Pertiwi, Kecamatan Abiansemal, Sabtu (24/7/2021) di Wantilan Pura Dalem Karang Dalem. Di masa PPKM Perpanjangan, pelaksanaan karya sudah mentaati protokol kesehatan (Prokes) pencegahan Covid-19 yang sangat ketat.

Bupati Giri Prasta merasa bangga karena krama Karang Dalem II sudah melaksanakan yadnya yang utama, yakni memukur sebagai dharmaning leluhur di tengah mewabahnya virus Korona, dengan tetap mematuhi prokes ketat. Bupati menyadari kondisi saat ini dapat disebut “sabsab gering merana” dengan adanya wabah Covid-19.

Baca juga :  Tokoh Jimbaran Usulkan Bangun Gedung Baru SMA dan SMK

“Wabah ini adalah milik semesta dan kami di Badung sudah melaksanakan upaya niskala dengan upacara nangluk merana. Secara sekala mengimbau masyarakat tetap melaksanakan prokes, melakukan tracing, testing, treatment, vaksinasi dan memenuhi kecukupan oksigen,” terangnya.

Selain itu bupati juga memerikan BLT kepada masyarakat Badung. “Saya mengambil kebijakan politik, out of the box dan keluar dari zona nyaman. Meskipun sedikit ini wujud perhatian pemerintah kepada krama. Artinya wujud sayang tiang ke krama metu saking manah suci ning nirmala anggen krama sareng sami,” imbuhnya.

Baca juga :  Karyawan Vila di Kutsel Jalani Swab PCR

Mengenai karya manusa yadnya dan pitra yadnya ini, atas nama Pemerintah Badung, bupati sangat mendukung karena melalui karya ini sebagai sebuah tanggung jawab dari pemilik sawa untuk menyucikan atma setelah diaben menjadi pitara dan melinggih di merajan rong tiga menjadi dewa hyang guru.

Sementara ketua panitia karya I Nyoman Buda mengatakan pelaksanaan karya nyekah telah sesuai dengan perarem banjar. Bila sudah ada sawa 25 atau sudah 3 tahun, karya nyekah akan dilaksanakan. Untuk tahun ini peserta nyekah berjumlah 34 sawa, metatah 47 orang, mepetik dan metelubulanan 58 orang. “Hingga tahun ini sudah 8 kali kami melaksanakan yadnya seperti ini,” jelasnya. (a/115)

Baca juga :  Pengusaha Wisata Bahari Harapkan Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini