Pelonggaran PPKM, Tokoh Pariwisata Kuta Katakan Ini

picsart 07 27 08.05.18
Tokoh Pariwisata Kuta, Jro Made Supatra Karang.

Kuta, DENPOST.id

Kebijakan pemerintah dalam mengatasi pandemi Covid-19 dinilai belum bisa membantu sektor pariwisata. Termasuk juga pelonggaran aturan PPKM yang dinilai tidak akan banyak bisa membantu bagi sektor pariwisata kalau ketentuan-ketentuan yang lain masih berlaku Wajib.

Hal itu, diungkapkan tokoh pariwisata yang sudah sangat berpengalaman dalam bidang pariwisata, Jro Made Supatra Karang dihubungi, Selasa (27/7/2021).

Supatra Karang mencontohkan objek-objek pariwisata masih ditutup, warung/toko masih buka dengan batasan-batasan waktu dan sebagainya, serta pintu-pintu masuk dibatasi.
Dia menyarankan sebaiknya objek-objek wisata yang bersentuhan langsung terhadap perekonomian masyarakat/warga setempat dibuka dengan tetap mengikuti aturan protokol kesehatan (Prokes).

Sebagai masyarakat yang taat dengan aturan-aturan sambung dia, pihaknya berharap ke pemerintah kebijakan tersebut semestinya diimbangi dengan kebijakan-kebijakan sebelum aturan tersebut diterapkan. Misalnya mengantisipasi dampak dari kebijakan tersebut, yang akan bisa menimbulkan “kurang kepercayaan” masyarakat terhadap keseriusan pemerintah memperhatikan nasib rakyatnya yang sudah hampir dua tahun ini tidak berpenghasilan.

Baca juga :  Ratusan Guru di Klungkung Mulai Divaksin

Sementara tokoh pariwisata lainnya, Nyoman Rutha Ady memaparkan diperpanjangnya masa PPKM membuat pariwisata Bali kelimpungan. Rencana membuka Bandara Ngurah Rai yang berhembus beberapa waktu lalu, bagaikan angin segar yang memberikan harapan. Tetapi kini angin segar itu berubah seperti badai yang menghapus semua rencana itu. Pariwisata Bali seperti kata peribahasa “hidup segan mati tak mau”.

Rutha Ady memaparkan PPKM yang diperpanjang mulai 26 Juli hingga 2 Agustus 2021, bagaikan hantu bagi masyarakat yang merasakan betapa semakin sulitnya peluang kerja untuk memperoleh pendapatan. “Secara umum pertumbuhan ekonomi Bali saat ini paling terpuruk dibandingkan 33 provinsi lainnya di Indonesia,” katanya. (113)

Baca juga :  Percepat Penanganan Covid-19 , Badung Ajak Dunia Usaha Terlibat

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini