Sehari, Satresnarkoba Polres Tabanan Ungkap Dua Kasus Sabu-sabu

Sehari, Satresnarkoba Polres Tabanan Ungkap Dua Kasus Sabu-sabu
TERSANGKA DAN BB - Tersangka Robi Setiawan dan I Made Suardika bersama barang bukti (BB) berupa SS. (DenPost.id/ist)

Tabanan, DenPost

Satresnarkoba Polres Tabanan berhasil mengamankan dua tersangka kasus narkoba dengan barang bukti (BB) berupa paket sabu-sabu (SS) dalam sehari. Keduanya, Robi Setiawan alias Robi (23) dan I Made Suardika alias Kolok (27). Mereka dibekuk di tempat berbeda di wilayah Tabanan.

Kasat Resnarkoba AKP I Gede Sudiarna Putra seizin Kapolres AKBP Mariochristy P.S. Siregar, Selasa (27/7/2021) mengungkapkan pada Sabtu (24/7/2021) pukul 14.50 tersangka Robi ditangkap di Sanggulan, Kecamatan Kediri, Tabanan. Dari pemuda asal Tebing Kisaran, Kabupaten Asahan Sumatera Utara, ini diamankan dua  plastik klip yang berisi SS seberat 0,44 gram, satu mangkok plastik, satu alat hisap SS (bong), satu korek api gas, dan satu HP.

Baca juga :  Gagal Kabur, Maling Motor Dibekuk

Tersangka Robi dibekuk tim Resnarkoba Polres Tabanan setelah mendapat informasi dari warga bahwa di Sanggulan, Kediri, ada seseorang yang sering menggunakan narkoba. Polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga berhasil membekuk tersangka Robi.

“Tersangka mengaku bahwa barang bukti tersebut miliknya.” tutur Kasat Resrnarkoba Polres Tabanan.

Lebih lanjut dia menjelaskan tersangka Robi dijerat Pasal 112 Ayat (1) UU No.35 Tahun 2009 tentang narkoba, dengan ancaman hukuman paling rendah 4 tahun  penjara, paling lama 12 tahun,  dan denda paling sedikit Rp 800 juta, serta paling banyak Rp 8 miliar.

Baca juga :  Pemkab Tabanan Siap Beli Produk Pertanian

Pada hari dan tanggal yang sama, pukul 17.00, Resnarkoba Polres Tabanan juga membekuk I Made Suardika alias Kolok. Warga Desa Pemecutan Kaja, Denpasar, ini juga kedapatan membawa SS. Polisi mengamankan lima plastik klip yang berisi SS seberat 1, 04 gram, HP, dan sepeda motor (di TKP 1). Sedangkan di TKP 2 di Pemecutan Kaja, Denpasar, ditemukan 20 plastik klip, tas pinggang, pipet plastik yang ujungnya diruncingi, dan timbangan digital.

Baca juga :  Kalah Tajen, Duda Muda Curi Uang Majikan

Dari semua barang bukti tersebut, tersangka Kolok mengakui bahwa itu memang miliknya. Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 112 Ayat (1) UU No.35 Tahun 2009 tentang narkoba, dengan ancaman penjara paling singkat 4 tahun, paling lama 12 tahun, dan denda paling sedikit Rp 800 juta serta paling banyak Rp 8 miliar. (man/kmb)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini