PKP Edukasi Petani Buat Pupuk dari Bangkai Ikan

Konsep Otomatis

Bangli, DENPOST.id

Tempat pembuangan akhir (TPA) overload. Sebab kematian ikan akibat fenomena semburan belerang di Danau Batur, Kintamani, Bangli, hingga Minggu (1/8/2021) telah mencapai 25,9 ton.

Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) PKP pun kewalahan mengavakuasi maupun mencari lokasi penampungan. Berkaitan dengan itu, petugas PKP kini mengedukasi dan mempraktekkan cara mengolah bangkai ikan menjadi pupuk. Seperti halnya Dinas PKP turun di Desa Kedisan, mempraktekan pembuatan pupuk kepada warga setempat.

Baca juga :  Sehari, Lima Warga Bangli Terkonfirmasi Positif Covid-19

Kadis PKP Bangli, I Wayan Sarma, menyebutkan hampir setiap hari pihaknya menurunkan tim yang terdiri dari penyuluh perikanan dan penyuluh pertanian untuk melakukan edukasi dan praktek pembuatan pupuk dari bangkai ikan. “Kami tidak lagi mengirim bangai ikan ke luar seperti sebelumnya. Kini melakukan penanganan di tempat di lahan pertanian di sekitar Danau Batur,” ucapnya.

Untuk pembuatan pupuk dari bangkai ikan, kata dia, tidak terlalu sulit. Yang mana, bangkai ikan terlebih dahulu dievakuasi dari danau kemudian dicampur dengan molase, decomposer dan dedak. Bangkai ikan yang ditaruh dalam ember atau tempat lainnya terlebih dahulu diaduk hingga campuran merata. Kemudian dituangkan dalam lubang, selanjutnya ditaburi dengan dedak lantas ditimbun. “Kami harap dengan praktek pembuatan pupuk ini, petani bisa melakukan penanganan bangkai ikan secara mandiri,” tegasnya. (128)

Baca juga :  Cegah Klaster Baru Covid-19, Satpol PP Intensifkan Sidak Prokes

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini