Dari PPKM Darurat Hingga Level IV, Pemkot Raup Denda Rp 95,2 Juta

Dari PPKM Darurat Hingga Level IV, Pemkot Raup Denda Rp 95,2 Juta
DIBINA – Salah seorang warga yang salah memakai masker dibina saat terjaring razia PPKM Level IV, di Jl. Asoka-Jl. Kargo, Denpasar Utara, Senin (2/8/2021).

Ubung, DENPOST.id

Selama pelaksanaan razia Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat hingga diperpanjang sampai PPKM Level IV yang berakhir Senin (2/8/2021) ini, Tim Yustisi Kota Denpasar mendenda ratusan warga tanpa masker. Kasatpol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga, di sela-sela razia prokes dan PPKM Level IV di Jl. Angsoka-Jl. Kargo, Kelurahan Ubung, Denpasar Utara, Senin (2/8/2021) mengatakan, selama razia prokes saat PPKM Darurat sampai PPKM Level IV ini digelar, 4.072 orang terjaring razia. 952 orang di antaranya tanpa masker dan langsung didenda.

“Dari hasil denda ini terkumpul uang Rp 95,2 juta. Sedangkan warga salah memakai masker dan diberi peringatan sebanyak 2.733 orang,” terangnya.

Selain mendenda warga tak bermasker, tim juga menindak ratusan pengusaha yang melanggar aturan PPKM. Tercatat ada 200 usaha non-esensial yang melanggar. Dari jumlah tersebut, 89 usaha ditutup sementara. “Saat pemberlakukan PPKM Darurat ada juga pengusaha yang diproses ke tindak pidana ringan (tipiring) yakni sebanyak 102 usaha non-esensial. Masyarakat yang tidak patuh prokes kami denda. Sanksi ini bukan mencari-cari kesalahan, melainkan mengajak masyarakat agar disiplin prokes saat pandemi Covid-19 bergejolak,’’ kata Anom Sayoga.

Menurut Anom Sayoga, penerapan denda ini dilakukan kepada masyarakat yang kurang disiplin terhadap prokes. Dia mengaku terpaksa bertindak tegas untuk mengendalikan kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar. Terlebih sejak beberapa hari terakhir, angka kasus terus bertambah. “Kami meminta masyarakat yang melanggar selalu mematuhi dan ingat disiplin prokes 6 M yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjaga imun, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. Jangan karena jenuh dan bosan, prokes diabaikan. Sidak prokes ini bukan mencari kesalahan dan menghukum masyarakat, namun mengajak semua disiplin dan mencegah penyebaran virus corona. Tanpa ada kesadaran semua pihak, kami khawatir kasus positif virus corona akan terus meningkat dan sulit ditekan,’’ ujarnya.

Baca juga :  Usai Berobat ke Dukun, Seorang Perempuan Tewas di Tempat Kos

Anom Sayoga mengungkapkan, masyarakat tanpa masker saat terjaring razia memiliki berbagai alasan, mulai dari lupa membawa masker hingga bosan pakai masker karena sesak nafas. ”Kami bersama Dishub, TNI dan Polri meskipun PPKM Level IV berakhir hari ini, kami terus melakukan sidak prokes tempat umum, fasilitas umum dan di jalan guna mencegah penularan virus corona,’’ jelasnya.

Salah seorang warga, Putu Suryadi, berharap kasus Covid-19 bisa segera terkendali. Dia yang mengaku sudah pernah positif Covid-19, mengajak seluruh masyarakat jangan mengabaikan prokes. “Penyakit ini benar-benar menyiksa. Saya dan istri sempat dirawat di rumah sakit selama 10 hari. Beruntung saya dan istri memiliki kondisi yang bagus, kami hanya mengalami batuk, pilek dan indra perasa tidak merasakan apa-apa. Karena hanya saya dan istri yang kena, tiga anak kami isolasi mandiri di rumah. Bayangkan, kami harus meninggalkan anak-anak kami yang masih kecil di rumah. Ini benar-benar pengalaman yang menyedihkan. Saya berharap semua warga disiplin prokes agar tidak mengalami seperti keluarga kami,” sarannya. (103/suryaningsih)

Baca juga :  Tiga Tersangka Pembalakan Kayu Dijebloskan ke Penjara

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini