Tim Yustisi Minta Disiplin Prokes Warga Tak Kendur

Tim Yustisi Minta Disiplin Prokes Warga Tak Kendur
RAZIA PROKES - Tim Gabungan menggelar razia protokol kesehatan (prokes) saat PPKM Level IV di pos penyekatan Jl. Gunung Salak, Denpasar Barat, Senin (2/8/2021) malam.

Sumerta, DENPOST.id

Meningkatnya angka positif Covid-19 di Kota Denpasar beberapa pekan terakhir, diduga dipicu menurunnya disiplin masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) 6 M. Karenanya Tim Yustisi Kota Denpasar mengajak seluruh elemen masyarakat tidak mengendorkan disiplin prokes 6 M yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjaga imun, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas di mana saja, kapan saja.

”Pemerintah Kota Denpasar melalui Tim Yustisi meminta masyarakat jangan sampai mengabaikan prokes. Apalagi virus varian baru delta mulai menyebar,’’ kata Kasatpol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga, Selasa (3/8/2021).

Anom Sayoga menyatakan, pendisiplinan masyarakat dalam menerapkan prokes wajib dilakukan guna mencegah meluasnya penularan virus corona. ”Kita wajib melakukan pendisiplinan dan tidak berhenti saling mengingatkan masyarakat agar tetap displin menerapkan prokes. Ini salah satu langkah bisa mengendalikan laju penambahan kasus positif. Kami juga akan terus menggelar razia dan sidak prokes pagi, siang maupun malam,” katanya.

Anom Sayoga mengungkapkan, razia gabungan PPKM Mikro, PPKM Darurat sampai PPKM Level IV digelar setiap hari untuk memberi pemahaman sekaligus sosialisasi bahaya korona virus. “Kalau masyarakat sudah disiplin, tidak perlu lagi khawatir didenda atau dijatuhi sanksi lain. Lagipula razia prokes ini bukan semata-mata untuk mencari kesalahan warga, tetapi untuk meningkatkan disiplin prokes warga. Ini demi kepentingan dan kesehatan bersama, jadi mari selalu disiplin menerapkan prokes,” ajaknya.

Baca juga :  Penganiaya Siswa SMA Dijerat Pasal Berlapis

Ditegaskan kembali, upaya pendisiplinan ini agar warga menularkan dan tertular Covid-19. “Selain dengan vaksin, kunci menghindari korona adalah dengan prokes. Kalau korona virus sudah hilang, otomatis roda perekonomian di Denpasar pulih kembali seperti semula. Kami mengimbau masyarakat tetap berdoa agar tetap aman sehingga masyarakat bisa beraktivitas tanpa mengesampingkan prokes. Selain prokes, perhatikan pula pola hidup besih dan sehat,’’ saran Anom Sayoga.

Baca juga :  Sukseskan Program Prioritas, Gubernur Tegaskan Birokrasi Jangan Normatif

Salah seorang penyintas Covid-19, Ni Ketut Mira Susanti, mengharapkan seluruh warga taat prokes agar tidak tertular Covid-19. “Saya sudah merasakan bagaimana tidak nyamannya ketika terjangkit virus korona ini. Selain fisik melemah dan kehilangan indra perasa, saya juga harus rela berjauhan dengan anak-anak saya yang masih kecil. Saya dan suami dirawat di rumah sakit selama 10 hari, sedangkan anak-anak kami menjalani isolasi mandiri di rumah,” ungkapnya.

Baca juga :  Dukung Penanganan Covid-19, Bank BPD Salurkan Paket Beras Hingga Laptop

Dikatakannya, virus ini tidak hanya menyusahkan yang terjangkit, tapi orang-orang terdekat juga terdampak. “Karena itu prokes jangan diabaikan. Ini kunci penting mencegah tertular dan menularkan Covid-19,” tutupnya. (103/suryaningsih)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini