Ayah Meninggal, Putu Sandi Dipa Bekerja di Bengkel Las

Ayah Meninggal, Putu Sandi Dipa Bekerja di Bengkel Las
KERJA DI BENGKEL - Putu Sandi Dipa yang masih duduk di kelas 6 SDN 1 Penyaringan dan merupakan anak yatim bekerja di bengkel las sejak pandemi Covid-19.

SEMANGAT I Putu Sandi Dipa untuk membantu perekonomian keluarga, sangat tinggi. Di usianya yang masih belia, siswa kelas 6 SDN 1 Penyaringan yang  berasal dari Banjar Anyar Kelod Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo ini harus bekerja keras mencari penghasilan. Terlebih Putu Sandi sudah ditinggal sang ayah sejak 6 tahun lalu, sehingga dia harus membantu sang ibu yang kini menjadi tulang punggung keluarga.

Sistem belajar daring yang diterapkan sejak pandemi Covid-19 juga membuat Putu Sandi bosan. Tidak ingin menghabiskan waktunya untuk keluyuran dan bermain, putra semata wayang pasangan Ni Komang Arini dengan (alm) Ketut Siden Sanjaya, memilih bekerja di bengkel las.

Baca juga :  Di Jembarana, Bayi Baru Lahir Dapat Dokumen Lengkap

Hidup serbakekurangan membuat Putu Sandi jengah. Tiap hari pukul 10.00 sampai pukul 16.00 dia bekerja di sebuah bengkel las di desanya. “Saya kerja bantu bersih-bersih dan gulung kabel di bengkel. Ya kerja serabutan. Ini inisiatif sendiri. Daripada keluyuran,” jelasnya saat ditemui pada Selasa  (3/8/2021).

Dengan pekerjaannya itu, Putu Sandi mendapat upah antara Rp 16 ribu sampai Rp 20 ribu sehari. Uang yang didapatkan dari bekerja diserahkan kepada ibunya untuk keperluan sehari-hari.

Untuk tugas sekolah selama daring, karena tidak memiliki HP  dia kadang ke sekolah ngambil tugas dan dikerjakan di rumah dan disetor keesokan harinya. Tugas dikerjakan di sela-sela pekerjaannya di bengkel atau setelah maupun sebelum bekerja.

Baca juga :  Tabrak Pantat Truk, Pemotor Terpental

Putu Sandi  sangat berharap bisa memiliki HP untuk keperluan sekolahnya. Tapi dia tahu kalau sang ibu tak mungkin mampu membelikan. “Saya cuma bisa berdoa agar bisa mengumpulkan uang untuk beli HP,” harapnya. Dia juga berharap memiliki sepeda sehingga bisa dipakai berangkat sekolah dan bekerja.

Bila Putu Sandi bekerja di bengkel las, sang ibu, Arini bekerja serabutan dengan penghasilan tidak menentu. Apalagi di masa PPKM ini dia lebih banyak nganggur, sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka sangat kesulitan.

Baca juga :  Kasus Meningkat, Jembrana Tambah Kapasitas Isoter

Kelian Banjar Anyar Kelod, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, I  Kadek Winastra, ketika dimintai konfirmasi membenarkan kondisi Putu Sandi Dipa yang merupakan anak yatim tidak mampu dan bekerja di bengkel las sejak pandemi.

Putu Sandi Dipa juga terkendala HP untuk belajar daring sehingga dia harus menjemput sendiri tugas-tugasnya ke sekolah dan dikerjakan di rumah.

Mendapat informasi ada anak yatim tidak mampu yang membutuhkan HP untuk belajar daring, relawan Yayasan Relawan Bali (YRB) di Jembrana, Selasa (3/8/2021) siang menyerahkan bantuan ponsel dan sejumlah dana untuk Putu Sandi. (wit)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini