Selain Obat dan Taat Prokes, Pasien Covid-19 Juga Butuh Hiburan

Selain Obat dan Taat Prokes, Pasien Covid-19 Juga Butuh Hiburan
ISOLASI – Kondisi di Ruang Isolasi RSUD Klungkung beberapa waktu lalu. Bupati Suwirta menginstruksikan agar siaran televisi di ruang-ruang isolasi diganti dengan siaran lawak untuk meningkatkan imun pasien. DENPOST.id/ist

PASANGAN suami-istri I Putu Suryadi dan Ni Ketut Mira baru saja melewati masa-masa menjalani rawat inap dan berlanjut isolasi mandiri akibat positif Covid-19. Warga Badung ini awalnya tak menduga terpapar korona virus. Keduanya merasa sudah disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes), terutama saat beraktivitas di luar rumah. Suryadi bahkan baru beberapa hari sebelum dinyatakan positif Covid-19 menuntaskan vaksin keduanya. Pengalaman menjalani rawat inap sampai 10 hari di RS dan lanjut isoman selama 14 hari di rumah, membuat mereka mengambil kesimpulan: Covid-19 tak bisa diremehkan.

Bermula dari batuk, pilek dan bersin-bersin yang dialami Mira Susanti selama beberapa hari. Dia mengira itu dampak alergi debu dan dingin yang memang kerap dialaminya. Namun siapa sangka, batuk dan pilek yang tanpa disertai demam itu malah berbuntut panjang. Indra penciuman Mira perlahan hilang. Dia mengaku tidak bisa mencium aroma apapun, bahkan yang menyengat sekalipun. “Dari sana muncul kecurigaan terpapar korona virus. Saya akhirnya memeriksakan diri ke salah satu rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di Denpasar. Melihat gejalanya, dokter langsung menyarankan swab PCR. Benar saja, hasil swab menyatakan saya positif Covid-19 dan saya disarankan rawat inap,” ungkap Mira saat ditemui beberapa waktu lalu.

Baca juga :  Deflasi Bali Memasuki Bulan Keenam

Karena dia positif, otomatis semua yang ada riwayat kontak erat ikut dites. Suami, ketiga putranya dan seorang pengasuh langsung menjalani tes cepat (rapid) antigen. Hasilnya, hanya sang suami yang positif, sementara putra dan pengasuhnya negatif. Karena hasilnya positif, sang suami yang tidak bergejala akhirnya ikut juga dirawat inap di RS. “Sedangkan anak-anak dan pengasuh saya meskipun negatif mereka tetap harus isoman di rumah,” terangnya.

Meski mendapatkan perawatan dan pelayanan yang baik di RS, sebagai orangtua, pasangan ini tentu tidak bisa berpikir tenang. Bagaimana tidak, tiga anaknya yang masih kecil-kecil (paling kecil 3 tahun) harus ditinggalkan. “Covid tidak hanya menyulitkan yang sakit tapi orang-orang di sekitar terutama anak ikut terdampak. Saya harus berpisah dari anak-anak selama berhari-hari. Beruntung anak-anak dan pengasuh saya sehat dan kuat selama mereka isoman,” kenangnya.

Hiburan dan ukungan keluarga juga dirasakan Mira sangat membantu saat dia menjalani perawatan. “Selama perawatan saya menyimak hiburan atau hal-hal yang menyenangkan. Saudara-saudara semua membantu. Mereka memastikan anak-anak kami aman di rumah. Ini cukup mengurangi beban pikiran saya, jadi saya dan suami bisa menjalani perawatan tanpa terlalu tegang. Hingga akhirnya saya sembuh dan bisa pulang, meski harus lanjut isoman,” ujarnya.

Baca juga :  Pemprov Bali Dapat Bantuan, Gubernur Koster Salurkan 10 Ribu Paket Sembako

Suami Mira, Suryadi menambahkan, selain obat dan taat prokes, hiburan dan perhatian orang-orang terdekat memang turut mempercepat proses penyembuhan pasien Covid-19. “Saya biasanya menonton lawak, jadi lumayan terhibur dan tidak selalu memikirkan sakit. Begitu juga dengan adanya keluarga yang saling bahu-membahu membantu, itu membuat beban pikiran sangat berkurang sehingga proses penyembuhan cepat,” katanya.

Baik Mira maupun Suryadi, keduanya sepakat korona virus ini benar-benar tidak bisa diremehkan. Dia mengaku bersyukur sudah divaksin, sehingga kondisinya tidak sampai drop. “Selama perawatan saya juga baik-baik saja dan tidak bergejala. Hanya istri yang menunjukkan gejala klinis Covid-19, tapi tidak sampai parah. Syukur sekarang sudah membaik,” ucap Suryadi.

Baca juga :  Pangdam IX/ Udayana Pimpin Tiga Sertijab Pejabat Teras

Sebagai penyintas, dia mengajak seluruh warga disiplin menerapkan prokes 6 M yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjaga imun, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. “Bagi yang belum vaksin, silakan ikut vaksin. Jangan khawatir, nanti kan discreening layak atau tidak divaksin,” sarannya.

Perihal pentingnya hiburan bagi pasien Covid-19 juga disampaikan Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta. Dalam sebuah kesempatan, Suwirta bahkan meminta siaran televisi di tempat-tempat isolasi terpusat maupun di rumah sakit agar diganti dengan hiburan lawak. “Kalau pasien disajikan berita-berita gawat tentang Covid-19, bisa tambah turun imunitasnya. Nah, kalau diganti dengan lawak, pasien akan terhibur. Dengan tertawa dan gembira, itu kan meningkatkan imun sehingga pasien akan cepat sembuh,” jelasnya. (suryaningsih)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini