Bentuk Perhatian ke Krama Adat Kesiman, Warga Meninggal Terkonfirmasi Covid-19 Diaben di Setra Adat

Konsep Otomatis

Kesiman, DENPOST.id

Sebagai bentuk perhatian kepada krama, Desa Adat Kesiman mengambil kebijakan yang tak ingin memberatkan kramanya, khususnya bagi krama yang meninggal terkonfirmasi positif Covid-19, bisa diaben di Setra Gandamayu Desa Adat Kesiman. Hal itu, dikatakan Bendesa Adat Kesiman, I Ketut Wisna, Kamis (5/8/2021).

Wisna mengatakan selama ini krama Desa Adat Kesiman yang terdiri dari 31 banjar adat maupun dinas mengeluhkan biaya yang mahal ketika melakukan prosesi upacara ngaben keluarga mereka yang meninggal dengan jalan kremasi, khususnya yang terkinfirmasi positif Covid-19. Di mana, proses kremasi itu justru dilakukan di luar wilayah desa, bahkan di luar Kota Denpasar. Keputusan ini juga melalui paruman adat yang telah ditetapkan pada, 3 Agustus 2021 lalu. “Contohnya seperti mekinsan di geni di krematerium/di setra luar butuh biaya hingga Rp9 juta lebih. Padahal ekonomi masyarakat sekarang sedang terpuruk akibat pandemi. Karena itu, Desa Adat Kesiman mengeluarkan kebijakan tetap di-aben di Setra Gandamayu Desa Adat Kesiman,” kata Wisna.

Baca juga :  Pemulihan Ekonomi di Triwulan I 2021 Bergerak Terbatas

Meringankan beban krama adat itu nantinya, prosesi ngaben tetap difasilitasi oleh desa adat. Seperti halnya memberikan bantuan kompor dan operator saat prosesi ngaben secara gratis. Namun, yang membedakan jenazah yang meninggal karena Covid-19 itu tidak dibawa ke rumah bersangkutan, melainkan saat upacara langsung diberangkatkan dari rumah sakit menuju setra. “Seluruh prosesinya dilakukan dengan prokes yang ketat. Petugas dari rumah sakit juga mengenakan APD yang lengkap. Prosesi dihadiri terbatas hanya keluarga dan prajuru banjar maupun adat,” ucapnya.

Selain itu, prosesi ngaben dilakukan pada pagi hari sebelum siang. Di mana, hal ini dilakukan untuk menghindari penularan akibat angin kencang dan seluruh piranti upacara setelah selesai langsung dibakar saat itu juga. “Hal ini kami lakukan karena mengacu dari faktor ekonomi warga saat pandemi ini,” tandasnya. (112)

Baca juga :  Soal Wacana Belajar di Sekolah, Disdikpora Tunggu Instruksi Resmi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini