Sebelum Membunuh, Dek Ping Sempat Tertawa Bersama Istri

Sebelum Membunuh, Dek Ping Sempat Tertawa Bersama Istri
REKA ULANG - Tersangka I Made Maradana alias Dek Ping saat melakukan reka ulang adegan pembunuhan di Mapolres Badung.

Mengwi, DENPOST.id

Aparat Sat. Reskrim Polres Badung menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan istri yang dilakukan tersangka I Made Maradana alias Dek Ping. Reka ulang adegan tersebut digelar di Mapolres Badung, Jumat (6/8/2021) siang.

Kasubag Humas Polres Badung, Iptu Ketut Oka Bawa, mengatakan, rekonstruksi tersebut menghadirkan tersangka dan disaksikan saksi-saksi yang ada di TKP saat kejadian. “Sebanyak 26 adegan diperankan tersangka. Rekonstruksi digelar di Mapolres Badung karena menghindari kerumunan warga di TKP saat pandemi Covid-19,” katanya, seraya menambahkan rekonstruksi ini bertujuan untuk melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan ke kejaksaan.

Dilanjutkannya, dengan mengenakan baju tahanan, tersangka memeragakan adegan kasus pembunuhan tersebut sesuai keterangannya dalam berkas acara pemeriksaan (BAP). Dalam adegan pertama, yakni beberapa menit sebelum pembunuhan terjadi pada Jumat 17 Juni 2021 sekitar pukul 20.30, tersangka dan istrinya, Ni Luh Russiani sedang ngobrol sambil tertawa di dalam kamarnya. Hal itu diketahui ayah tersangka yakni I Made Geliduh. Selang satu jam kemudian, Made Geliduh mendengar suara pintu kamar tersangka terbuka. Kemudian Made Geliduh ikut keluar dan melihat tersangka menuju garase.

Tak berselang lama, Ni Luh Russiani keluar kamar dan mendekati tersangka. Kemudian keduanya jongkok di garase menghadap timur. Saat I Made Geliduh menuju arah kamar mandi, tersangka langsung mengambil pisau dengan mengayunkan tangan kanannya dan menusuk leher kiri korban satu kali. Setelah tersangka menusuk korban, kemudian dia membuang pisau tersebut didekat korban seraya berlari ke luar pekarangan rumah. Saksi Made Geliduh mendengar teriakan korban “Pak Kadek lari”. Made Geliduh lantas mengejar tersangka. Sedangkan korban masih berteriak mengatakan Kadek lari. Teriakan korban didengar oleh ibu tersangka atau mertua perempuan korban yakni Ni Nyoman Yeni. Setelah keluar kamar dan menghampiri menantunya yang terkapar, Nyoman Yeni melihat leher korban keluar darah dan ada luka tusukan.

Baca juga :  Krisis Air Bersih di Dawan Meluas

Sementara itu, warga melihat tersangka lari ke arah warung nasi goreng meminjam pisau. Saat itu tersangka tidak mengenakan baju. Dengan membawa pisau, tersangka lari ke arah barat menuju sungai dekat TPA. “Warga lantas mendengar suara orang merintih kesakitan dekat TPA. Dan warga melihat tersangka di sungai dalam keadaan tengadah tidak mengenakan baju dan hanya mengenakan celana serta ada luka di ulu hatinya ” beber Oka.

Baca juga :  Fluktuatif, Kunjungan Wisdom Via Bandara

Kemudian korban dan tersangka dilarikan ke rumah sakit dengan mobil ambulans. “Rekontruksi kasus pembunuhan ini berjalan lancar,” tegasnya. (124)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini