Langgar PPKM Level IV, Angkringan Ditutup Tim Yustisi

Langgar PPKM Level IV,  Angkringan Ditutup Tim Yustisi
DITUTUP – Tim Yustisi Kota Denpasar menutup sekaligus membubarkan pengunjung angkringan di Jl. Mahendradata, Denpasar Barat karena melanggar PPKL Level IV dan prokes, Jumat (6/8/2021) malam.

Padangsambian, DENPOST.id

Tim Yustisi yang terdiri dari Satpol PP Kota Denpasar, TNI, dan Polri, Jumat (6/8/2021) malam menutup angkringan sekaligus membubarkan kerumunan pengunjung di Jl. Mahendradata, Denpasar. Tindakan ini terpaksa dilakukan karena dinilai melanggar Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level IV.

”Angkringan seharusnya tutup pukul 21.00, namun masih buka sampai pukul 22.00 sehingga terpaksa kami minta tutup dan pengunjung dibubarkan karena melanggar protokol kesehatan (prokes), selain juga ada pembiaran dari pengelola di mana pengunjung dibiarkan berdesakan sehingga mudah menularkan virus corona,’’ kata Kasatpol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga,  didampingi Kabid KUKM I Nyoman Sudarsana, Sabtu (7/8/2021).

Baca juga :  Rabu, 48 Orang Terpapar Covid-19 dan Dua Pasien Meninggal di Denpasar

Dikatakannya, pengelola angkringan melanggar Pergub Bali tentang PPKM Level IV dan Perwali tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum prokes serta melanggar Perda Nomor 1 tahun 2015 tentang Ketertiban Umum.

Lebih lanjut dijelaskan, UMKM, rumah makan, kedai kopi dan pedagang kaki lima (PKL) diberi kelonggaran buka sampai pukul 21.00. “Semua aturan harus diikuti agar penyebaran vius corona dapat ditekan. Kami tidak pernah melarang masyarakat berusaha, namun PPKM Level IV dan prokes jangan diabaikan agar tidak muncul klaster baru dari angkringan atau rumah makan,’’ tegas Anom Sayoga.

Baca juga :  Soal Laporan ISKCON, PHDI Sudah Bentuk Tim Hukum

Dia juga mengingatkan agar pemilik usaha dan pengunjung senantiasa disiplin menerapkan protokol kesehatan 6 M yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjaga imun, menghindari kerumunan serta mengurangi mobilitas. ”Mari kita bersama-sama menjaga kesehatan agar semuanya berjalan harmonis dan pengusaha maupun pengunjung wajib mematuhi aturan dan prokes,’’ imbaunya.

Sadar akan kesalahannya, pemilik usaha pun segera menutup warungnya. Begitu pun dengan pengunjung yang langsung memilih meninggalkan lokasi usai melakukan pembayaran. “Daripada nanti didenda atau ditipiringkan, lebih baik ikut aturan. Apalagi ini untuk kepentingan bersama,” ujar salah seorang pengunjung yang enggan menyebutkan namanya. (suryaningsih)

Baca juga :  Pendapatan Parkir di Denpasar Anjlok

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini