Mati Suri, Wisata Bahari Diharap Dibuka Bertahap

Mati Suri, Wisata Bahari Diharap Dibuka Bertahap
Bendesa Adat Tanjung Benoa, Made Wijaya

Tanjung Benoa, DENPOST.id

Pandemi yang cukup lama membuat wisata Bahari Tanjung Benoa mati suri. Hal ini membuat warga setempat menjadi jenuh menunggu ketidakpastian. Menyikapi kondisi ini pemerintah diharapkan berani membuka wisata bahari secara bertahap dan perlahan. “Momen 17 Agustus ini kami harapkan menjadi momen tepat untuk membuka pariwisata secara bertahap,” harap Bendesa Adat Tanjung Benoa, Made Wijaya, Sabtu (7/8/2021).

Dia berharap pemerintah bisa mengambil langkah berani dengan mulai merelaksasi kawasan pariwisata seperti wisata Bahari Tanjung Benoa. Sebab, setelah ditutup lebih dari setahun tutup, aktivitas masyarakat di sekitar wisata bahari otomatis terhenti. Hal ini membuat ekonomi masyarakat terpuruk, karena seluruh masyarakat selama ini mengandalkan dari wisata bahari tersebut. Meskipun ada bantuan seperti BLT, namun hanya bisa untuk bertahan beberapa hari. Sedangkan stimulus yang diharapkan seperti yang diterima akomodasi hotel tidak sampai ke pengusaha wisata bahari. “Padahal pengusaha ini adalah warga lokal yang sepenuhnya bertumpu dari sini. Jadi tunggu apa lagi, mari kita buka sektor ini, namun pelan-pelan secara bertahap agar ekonomi masyarakat menggeliat,” ajak pria yang juga duduk di Komisi II DPRD Badung tersebut.

Baca juga :  HUT Ke-11 Kota Mangupura di Tengah Pandemi, Ini Pesan Lihadnyana

Dikatakan pula, Tanjung Benoa sudah sangat siap untuk dibuka. Apalagi Tanjung Benoa sudah tuntas mengikuti tahapan vaksinasi dan sudah menyiapkan prokes sesuai arahan pemerintah. “Memang kalau dibuka tidak mungkin langsung datang bus-bus besar berjubel. Tetapi kan walau sedikit ada harapan bagi masyarakat dan perlahan semoga semakin membaik,” ujarnya.

Wijaya yang duduk di komisi II yang membidangi pariwisata juga mengaku sudah menyampaikan masukan dalam setiap pertemuan. “Harapannya supaya menjadi pertimbangan bagi pengambil kebijakan baik di Provinsi Bali maupun di Pusat. Masyarakat tidak bisa beralih ke profesi lain, paling mereka melaut agar bisa sekadar untuk makan. Kalau wisata bahari dibuka kan karyawan bisa dipanggil kerja lagi, mereka juga ada penghasilan,” pungkasnya. (113)

Baca juga :  Tinjau Kawasan Pantai Jerman, Wapres Ma'ruf Amin Dukung UMKM di Bali

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini