Langgar PPKM Level 4, Pengelola Karaoke EC dan Platinum Didenda Rp 1 Juta

Langgar PPKM Level 4, Pengelola Karaoke EC dan Platinum Didenda Rp 1 Juta
DIPERIKSA – Kasatpol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga, saat memeriksa sekaligus menyidik pengelola EC Karaoke, Wayan Armawan dan Manajer Karaoke Platinum, Rudy Hadi Purwanto, Senin (9/8/2021).

Sumerta, DENPOST.id

Tim Yustisi Kota Denpasar menjatuhkan denda masing-masing Rp 1 juta kepada pengelola EC (Executive Karaoke), Jl. Imam Bonjol dan Karaoke Platinum, Jl. Suwung Batan Kendal Denpasar. Kedua usaha tersebut dinilai melanggar Peratuan Gubernur Bali dan Walikota Denpasar karena beroperasi saat Pemberlakukan  Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4.

Kasatpol PP Kota Denpasar yang juga Ketua Tim Yustisi, I Dewa Gede Anom Sayoga, usai menyidik Humas EC, I Wayan Armawan dan Manager Karaoke Platinum, Rudy Hadi Purwanto, Senin (9/8/2021) mengatakan, hasil penyidikan yang dilakukan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS), kedua tempat hiburan tersebut selama pelaksanaan PPKM tutup. Setelah viral pemberitaaan di media cetak maupun online yang menyebutkan kedua usaha tersebut buka, Satpol PP langsung bergerak sekaligus memanggil pengelola.

Namun dikatakan, berdasarkan penjelasan kedua pengelola karaoke di hadapan PPNS, mereka mengaku  tidak pernah buka dan melayani tamu selama pandemi Covid-19. Tapi ada pengunjung memaksa menyewa room untuk karoke dan dilayani oleh karyawan yang jaga. ”Itu yang kami permasalahkan saat PPKM Level IV karaoke buka. Padahal di depan EC Karaoke dan Karaoke Platinum sudah jelas-jelas dipasang stiker tempat hiburan malam tersebut ditutup,’’ kata Anom Sayoga.

Dia menyatakan akan terus memantau sekaligus memonitor tempat hiburan malam selama PPKM dan memastikan kedua karaoke tersebut tutup. ”Saat sidak kami memang tidak menemukan ada kegiatan karoke selama PPKM berlangsung. Namun ada kelalaian petugas jaga dipaksa oleh pengunjung buka room tanpa sepengetahuan manajemen,’’ ucapnya.

Baca juga :  Pihak Keluarga Khawatirkan Januartika di Kapal Pesiar

Anom Sayoga menegaskan, Satgas Kota Denpasar melalui Satpol PP bersama Tim Gabungan telah menindaklanjuti pengaduan masyarakat dengan menertibkan sekaligus menutup sementara kedua karaoke tersebut. Kedua pengelola karaoke ini melanggar Perwali Kota Denpasar No.17 tahun 2021 tentang pembatasan kegiatan usaha.

Atas pelanggaran Pergub dan Perwali ini, keduanya didenda Rp 1 juta dan uang denda dimasukkan ke kas daerah. ”Kami minta kedua pengelola tempat hiburan malam ini mengikuti aturan yang ada. Jangan buka saat pandemi Covid-19 untuk menghindari kerumunan pengunjung agar terhindar dari penularan virus corona,’’ tegas Anom Sayoga.

Baca juga :  Tiga Pasien Corona Asal Bangli Sembuh

Humas Executive Karaoke, Wayan Arawan, mengaku apa yang disampaikan Kasatpol PP Kota Denpasar sudah jelas. Dia menyatakan mematuhi atauran yang ada, terutama protokol kesehatan (prokes) dan selama pelaksanaan PPKM. ”Kami tidak ada buka karaoke saat PPKM berlangsung. Bahkan bisa dilihat baliho yang dipasang di depan karaoke berisi tulisan tidak buka selama pandemi Covid-19. Namun aktivitas kebersihan, engineering dan pemeriksaan sound system sehari-hari tetap ada untuk melakukan pemeliharaan,’’ kilah Armawan.

Armawan mengaku ada tamu memaksa masuk minta satu room untuk karaoke dan diizinkan oleh karyawan. Namun siapa tamu tersebut tidak diketahui secara jelas oleh manajemen Executive Karaoke sehingga menjadi viral di media sosial (medsos). ”Saya tidak ada menerima tamu dan sudah jelas-jelas di depan ditutup. Seharusnya tamu yang datang mengerti dan tahu tempat hiburan malam ini tidak buka selama pandemi Covid-19,’’ katanya.

Baca juga :  Ini Kiat Desa Adat Renon Berdayakan  Krama Istri

Hal senada juga disampaikan Manajer Karaoke Platinum, Rudy Hadi Purwanto. Menurutnya, karaoke Platinum tidak buka karena mengikuti aturan PPKM. ”Kami selama PPKM tidak pernah buka,’’ ujarnya.

Dia mengaku siap mengikuti aturan yang ada untuk mencegah menularan virus corona. Apalagi pemerintah sedang gencar memutus penularan virus corona lewat pendisiplinan masyarakat, tempat hiburan malam, maupun usaha yang mengundang kerumunan. ”Sanksi denda yang diberikan, kami siap menerima dan akan mengikuti semua aturan yang ada,’’ pungkasnya. (103/suryaningsih)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini