2022, Badung Siapkan Insentif untuk Nakes

picsart 08 10 04.15.49
Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta.

Mangupura, DENPOST.id

Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta berencana membangun pabrik oksigen untuk memenuhi kebutuhan oksigen di rumah sakit maupun puskesmas-puskesmas yang ada di Kabupaten Badung. Rencana ini, muncul lantaran tingginya penggunaan oksigen sampai Samator sebagai penyuplai oksigen kewalahan memenuhi permintaan rumah sakit di gumi keris.

Akibatnya, stok oksigen sering habis yang membuat rumah sakit kelimpungan saat menangani pasien Covid-19. Untuk memenuhi kebutuhan inilah mucul rencana Bupati Giri Prasta membangun langsung pabrik oksigen di Gumi Keris.
Rencana pembangunan pabrik oksigen ini, bahkan disampaikan Giri Prasta usai menghadiri rapat paripurna DPRD Badung, Selasa (10/8/2021).

“Jadi membangun pabrik oksigen itu, kita akan rumuskan. Dengan yang kecilpun tidak masalah dulu yang penting kebutuhan akan oksigen (memenuhi kebutuhan oksigen-red) terpenuhi,” ujarnya.

Terkait kelangkaan oksigen ini, pihaknya bahkan sudah mendapat pengarahan langsung dari pemerintah pusat agar pasien Covid-19 yang membutuhkan oksigen bisa tertangani dengan baik. “Bahkan kemarin kita sudah difasilitasi oleh pusat karena beberapa mesin-mesin kecil yang dicolok ke listrik itu bisa juga dipergunakan untuk oksigen. Saya kira kita harus melakukan kajian dengan skala prioritas. Sekarang ini bagaimana mencukup kebutuhan oksigen dulu,” ujar Giri Prasta.

Baca juga :  Pastikan Bebas Covid-19, Bawaslu Bangli Lakukan Ini

Untuk pembangunan pabrik oksigen dimaksud, pihaknya akan membuat kajian terlebih dahulu. “Ketika bicara kekuatan oksigen yang besar di Badung ini tentu harus melalui kajian yang matang, jangan sampai ada alokasi ke situ (alokasi anggaran -red) nanti yang lain jadi masalah,” terangnya.

Pembangunan pabrik ini, sambung dia, akan memanfaatkan dana tak terduga yang dimiliki Pemkab Badung. “Dana tak terduga kami maksimalkan di situ. Tujuan kami adalah memberikan pelayanan, baik secara fisik maupun secara finansial kepada masyarakat Badung,” tegas bupati yang juga Ketua DPC PDIP Badung ini.

Baca juga :  Badung Manfaatkan Produk Pertanian Lokal untuk Sembako

Selain mencari solusi dalam memenuhi kebutuhan oksigen, pihaknya juga sudah menyiapkan alokasi anggaran untuk insentif para tenaga keseharan (Nakes) di APBD tahun 2020. Insentif ini dimaksudkan untuk menjaga semangat nakes yang sudah setahun lebih berjibaku menjadi garda terdepan dalam penanggulangan pandemi Covid-19. Pemberian insentif bagi nakes ini juga sesuai regulasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri dalam menghadapi pandemi Covid-19. “Di tahun 2022, kami juga anggarkan untuk nakes untuk isentifnya lho. Jangan sampai tenaga nakes kami kendor semangatnya karena insentif yang tidak dapat. Karena sesuai regulasi sesuai peraturan pemerintah yang dikeluarkan Mendagri saya kira harus dijaga dengan baik. Sehingga semangat juang pahlawan-pahlawan kita dalam penanganan Covid-19 ini tidak kendor,” tandasnya. (a/115)

Baca juga :  Badung Mulai Longgarkan Jam Operasional Toko Swalayan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini