Bandara Hentikan Sementara Test PCR untuk Kedatangan

Bandara Hentikan Sementara Test PCR untuk Kedatangan
WAJIB PCR - Seluruh penumpang yang masuk Bali melalui Bandara Ngurah Rai wajib mengantongi hasil tes negative PCR.

Kuta, DENPOST.id

Kebijakan baru kembali berlaku di Bandara Ngurah Rai setelah perpanjangan PPKM hingga 16 Agustus mendatang. Dispensasi aturan wajib hasil negatif tes PCR 2×24 jam bagi pelaku perjalanan dari wilayah-wilayah tertentu, sepakat dihentikan untuk sementara waktu.

Dengan kesepakatan ini berarti seluruh Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) moda transportasi udara, selain mengantongi sertifikat vaksin minimal dosis pertama, tanpa terkecuali wajib berbekal hasil negatif tes PCR.

Dimintai konfirmasi terkait kebijakan tersebut, Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara I Gusti Ngurah Rai, Taufan Yudhistira, Kamis (12/8/2021) tidak menampiknya. Kebijakan tersebut, kata Taufan merupakan salah satu poin kesimpulan hasil rapat tertanggal Sabtu (7/8/2021) lalu, yang dikeluarkan Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV. Berdasar risalah rapat di kantor Otban dimaksud, kesepakatan tersebut diambil setelah melihat perkembangan peningkatan jumlah konfirmasi positif Covid-19 dari PPDN yang masuk Bali dari bandara keberangkatan wilayah timur.

Di mana sebelumnya mereka diperkenankan hanya berbekal hasil negatif tes swab Antigen. Selanjutnya  diarahkan menjalani tes swab PCR saat tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai. “Seperti tertuang dalam risalah rapat, keputusan itu berlaku mulai 10 Agustus 2021 sampai dengan masa PPKM Level 3-4 berakhir. Jadi kami harap para calon penumpang sudah divaksin dan melakukan tes PCR sebelum membeli tiket,” sarannya. Dikatakan pula, berkaitann dengan keputusan tersebut, maka layanan tes PCR yang tadinya disediakan di Bandara I Gusti Ngurah Rai juga dihentikan sementara.

Baca juga :  2020, Disparda Badung Promosi di Lima Negara

Namun buru-buru dia menegaskan kalau yang dihentikan itu khusus untuk layanan bagi penumpang dari daerah yang belum memiliki fasilitas PCR. “Kalau untuk layanan tes PCR bagi penumpang keberangkatan, itu masih disediakan,” ujarnya.

Taufan juga membenarkan kalau masih ada pengecualian yang memungkinkan di dalam kebijakan tersebut. Di mana pengecualian ini berlaku untuk PPDN yang memiliki alasan-alasan bersifat mendesak dan mendapat persetujuan dari Satgas Penanganan Covid-19 Pemprov Bali.

Baca juga :  Polisi Tembak Kaki Pembobol Alfamart

“Jadi pelaku perjalanan yang menggunakan dokumen kesehatan di luar ketentuan itu tetap dimungkinkan untuk hal-hal bersifat urgent dan harus mendapat persetujuan Satgas Covid Pemprov Bali,” pungkasnya. (113)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini