Di Bangli, Baru Tiga Desa Terapkan Isoter Berbasis Desa Adat

picsart 08 15 03.41.50
KUNJUNGI ISOTER - Jajaran pimpinan Satgas GTPP Covid-19 Kabupaten Bangli, saat mengunjungi lokasi isolasi terpusat berbasis desa adat di Desa Tamanbali.

Bangli, DENPOST.id

Pemerintah Kabupaten Bangli melalui Satgas Penanganan Covid-19 secara resmi memberlakukan isolasi terpusat (Isoter) Berbasis Desa Adat yang diawali dengan apel kekuatan pengamanan isoter, Sabtu (14/8/2021). Hingga kini, total baru ada tiga desa dari 46 desa/kelurahan yang ada di Bangli, yang sudah menerapkan isoter berbasis desa adat tersebut.

Kebijakan tersebut, tertuang dalam Surat Edaran (SE) Bupati Bangli, Nomor : 360/245/KOMINFOSAN/2021 tentang Isolasi Terpusat Orang Tanpa Gejala (OTG) Terkonfirmasi Covid-19 di Desa.

Baca juga :  Obyek Wisata Penglipuran Belum Dibuka

“Baru tiga desa sementara ini, yaitu Desa Tamanbali, Desa Pengelumbaran dan Desa Suter,” sebut Humas GTPP Covid-19 Kabupaten Bangli, I Wayan Dirgayusa, dikonfirmasi Minggu (15/8/2021).

Kata dia, sejatinya desa-desa di Kabupaten Bangli telah sepakat dan kompak untuk menerapkan isoter berbasis desa adat. Diakui tidak ada keluhan dari desa terkait pembuatan isoter. Semua desa sudah menyatakan siap, sesuai hasil konsolidasi dengan desa adat, beberapa waktu lalu.

Baca juga :  Kodam IX/Udayana dan DLHK Bersih-bersih di Pantai Kuta

“Hanya saja, kami memulainya agak terlambat. Baru kemarin (Sabtu-red) kami mulai penataannya. Pencatatannya saja yang belum karena aplikasinya baru selesai. Sekarang masih dilakukan input data,” jelasnya.

Meski demikian, lanjut Dirgayusa, diketahui tiga desa yang sudah dipastikan menyiapkan Isoter. “Isoter Tamanbali dan Pengelumbaran, saat ini sudah terisi. Sedangkan untuk isoter di Suter saat ini juga sudah siap, namun masih belum terisi,” ujarnya. (128)

Baca juga :  Tempat Isolasi Penuh, Buruh Pasar yang Positif Corona Jalani Karantina Mandiri

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini