Dua Napi Kasus Korupsi di Klungkung Dapat Remisi Lima Bulan

Dua Napi Kasus Korupsi di Klungkung Dapat Remisi Lima Bulan
SERAHKAN REMISI - Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, menyerahkan remisi kepada napi di Rutan Kelas II B Klungkung, Selasa (17/8/2021).

Semarapura, DENPOST.id

Peringatan Hari Kemerdekaan RI yang jatuh setiap tanggal 17 Agustus mendatangkan berkah bagi para narapida (napi). Seperti halnya di Klungkung, sebanyak 47 narapidana di Rutan Kelas II B Klungkung menerima remisi Hari Merdeka, Selasa (17/8/2021). Dari jumlah itu, ada dua napi kasus korupsi yang mendapatkan remisi masing-masing selama lima bulan.

Dua napi kasus korupsi yang mendapatkan remisi yakni Dra Ni Luh Nyoman Hendrawati dan Ida Bagus Susila. Keduanya merupakan napi dalam kasus korupsi pengadaan lahan dermaga di Eks Galian C Gunaksa yang melibatkan mantan Bupati Klungkung, I Wayan Candra. Keduanya dalam kasus tersebut berperan sebagai makelar tanah.

Baca juga :  Suwirta Minta Perbekel Fokus Atasi Kemiskinan dan Sampah

“Hari ini ada 47 warga binaan kami yang mendapatkan remisi. Mulai dari 5 bulan, sampai paling kecil 1 bulan. Termasuk napi kasus korupsi juga ada yang dapat remisi,” ungkap Kepala Rutan Kelas II B Klungkung, I Made Supartana.

Menurut Supartana, kedua napi kasus korupsi tersebut mendapat remisi karena bukan pelaku utama. Di samping mereka juga dikatakan telah mengembalikan uang ganti rugi ke kas negara sekitar Rp 1,7 miliar. Sebelum ditahan di Rutan Klungkung, keduanya sempat divonis bebas dalam sidang Tipikor Denpasar pada tahun 2016.

Baca juga :  Soal Pembangunan PKB, Suwirta Minta Warga Dukung Gubernur

Namun setelah pihak kejaksaan mengajukan kasasi, keduanya divonis bersalah dengan hukuman 7 tahun penjara dan denda Rp 200 juta, subsider 6 bulan penjara. Mereka juga harus mengembalikan uang ganti rugi sebesar Rp 1,7 miliar.

 

Ni Luh Nyoman Hendrawati maupun IB Susila terlihat sangat gembira mendapat remisi di Hari Kemerdekaan RI. “Saya bersyukur sudah dapat remisi. Apalagi saya sudah lebih dari empat tahun ada di sini,” ucap Hendrawati.

Sementara dari 47 orang yang mendapatkan remisi, ada juga tiga orang napi  yang terlibat kasus perlindungan anak mendapatkan remisi lima bulan. Sedangkan jumlah napi yang mendapatkan remisi 4 bulan ada 5 orang,  remisi 3 bulan 9 orang, remisi 2 bulan juga 9 orang dan remisi 1 bulan sebanyak 19 orang.

Baca juga :  DPRD Klungkung Tunda Seluruh Kegiatan di Bulan Maret

Napi yang mendapatkan remisi itu juga dari berbagai kasus. Selain kasus korupsi dan perlindungan anak, ada pula narapidana kasus penggelapan, pencurian, dan yang paling banyak kasus narkoba. “Harapan kami setelah remisi ini, semoga warga binaan kami semakin baik kedepannya,” harap Made Supartana. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini