BNN Gagalkan Penyelundupan 324,3 Kilogram Sabu-sabu dari Sindikat Thailand dan Aceh

BNN Gagalkan Penyelundupan 324,3 Kilogram Sabu-sabu dari Sindikat Thailand dan Aceh
BEBERKAN SABU-SABU - Kepala BNN Komjen Dr. Petrus Reinhard Golose membeberkan barang bukti sabu-sabu yang disita dari sindikat narkoba Thailand dan Aceh. (DenPost.id)

Denpasar, DenPost.id

Badan Narkotika Nasional (BNN) menggagalkan dua penyelundupan narkoba yang dilakukan sindikat narkoba Thailand dan Aceh, dengan total barang bukti (BB) seberat 324.362,5 gram (324,3 kilogram) sabu-sabu (SS) pada Kamis (12/8/2021) dan Jumat (13/8/2021).

Siaran pers BNN yang diperoleh DenPost.id menyebut pengungkapan kasus narkoba pada momentum peringatan HUT ke-76, ini membuktikan bahwa kemerdekaan yang dirasakan bangsa Indonesia harus terus diperjuangkan.

Kepala BNN Komjen Dr. Petrus Reinhard Golose menyebut walau tanpa gencatan senjata, ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba nyata adanya. Dampak yang ditimbulkan dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba ini dapat merusak generasi muda hingga menyebabkan lost generation dan hancurnya sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ada pun kronologi penggagalan upaya penyelundupan narkoba jaringan sindikat narkoba Thailand yang dilakukan BNN bekerja sama dengan Bea dan Cukai ini berawal dari penyelidikan intelijen yang dilakukan oleh BNN terhadap pria warga Aceh berinisial Sy (36). Ia diketahui berlayar dari perairan Thailand menuju Aceh Timur dengan menggunakan speedboat pada Kamis (12/8/2021). Setibanya di Aceh Timur, Sy dibekuk petugas BNN di satu bengkel kapal di Kampung Jalang, Kecamatan Idi Rayeuk. Dari tangan tersangka, petugas menyita barang bukti berupa 100 bungkus teh China warna hijau yang dibagi dalam empat karung dengan berat total berat mencapai 105,5 kilogram.

Baca juga :  Wakasau: Bahagia Itu Damai

Tersangka mengaku diperintahkan JP alias JY yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). JP memerintahkan Sy bertemu dengannya di tengah laut untuk mengambil SS.

Setelah berhasil, sesuai perintah JP, tersangka membawa SS ke gudang untuk selanjutnya diambil orang lain. Dalam membongkar SS ini, tersangka Sy dibantu R dan F yang masih dalam pengejaran.

Sedangkan mengenai penangkapan jaringan Aceh berawal dari penyelidikan intelijen yang dilakukan BNN bekerja sama dengan Bea dan Cukai. Ini merupakan bagian dari operasi laut interdiksi terpadu terhadap jaringan sindikat narkotika berinisial T alias CM. Dalam kasus ini, petugas mengamankan lima tersangka masing-masing berinisial B alias Y (39), T alias CM (52), ES alias E (26), AN alias WY (44), dan Ay alias R (52).

Baca juga :  Setwan Bali dan Forum Wartawan Telusuri Pola Kemandirian Sampah di Surabaya

Petugas pertama kali membekuk Ay alias R dan B alias Y yang diduga sebagai penjaga gudang berisi 198 bungkus SS dengan berat total mencapai 218,8 kilogram. Keduanya dibekuk di Pulau Beureh, Banda Aceh, usai mengendarai speedboat untuk mengambil SS di wisata kuliner pada Jumat (13/8/2021).

Dari penangkapan ini, petugas kemudian mengamankan T alias CM di jalan raya Medan-Banda Aceh. Ia diketahui sebagai pengendali penyelundupan dan peredaran narkotika ini.

Baca juga :  Pameran Lokal Keren Jatim Road to BRILianpreneur, BRI Bangkitkan UMKM dan Dorong Go Global

Keesokan paginya, pada Sabtu (14/8/2021), petugas mengamankan tersangka Es alias E, dan AN alias WY di tempat terpisah.

Akibat ulahnya, para tersangka dijerat Pasal 114 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) dan Pasal 112 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) UU Narkotika No.35 Tahun 2009, dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup. (yad)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini