Langgar Jam Operasional, Rumah Makan Ditutup Satpol PP

picsart 08 21 12.01.09
DITUTUP – Tim Yustisi Kota Denpasar menutup dan membubarkan pengunjung rumah makan di Jl. Gatot Subroto (Gatsu) Barat melanggar jam operasional saat razia PPKM Level 4 pukul 21.30, Jumat (20/8/2021).

Padangsambian Kaja, DENPOST.id

Satpol PP Kota Denpasar menutup sekaligus membubarkan pengunjung rumah makan dan angkringan di Jl. Gatot Subroto (Gatsu) Barat yang melanggar jam operasional dalam sidak Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, Jumat (20/8/2021) pukul 22.00. Pasalnya, pengunjung angkringan berkerumun sehingga melanggar protokol kesehatan (prokes).

”Kami menindaklanjuti laporan masyarakat bahwa ada rumah makan dan angkringan buka lewat dari pukul 21.00 dan pengunjung cukup ramai. Kami khawatir muncul klaster baru varian delta. Selain ada pembiaran pengunjung membeludak ditakutkan ada penularan virus korona,’’ ujar Kasatpol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga, Sabtu (21/8/2021).

Baca juga :  Hotel White Rose akan Dieksekusi, Ini Tanggapan Kuasa Hukum Tergugat

Anom Sayoga mengatakan, pengelola rumah makan melanggar aturan tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum prokes serta melanggar Perda No.1 tahun 2015 tentang Ketertiban Umum. Dijelaskannya, pemerintah daerah maupun pusat sedang gencar memerangi Covid-19 agar cepat hilang. Di sisi lain, pemilik usaha rumah makan dan angkringan mengabaikan prokes saat PPKM Level 4.

“Mengingat peningkatan kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar terus naik, masyarakat harus disiplin prokes. Kita tidak pernah melarang masyarakat dan pengusaha berusaha, namun prokes saat PPKM Level 4 jangan diabaikan agar tidak muncul klaster baru dari rumah makan dan angkringan. Apalagi ada varian virus corona baru yang lebih ganas dari sebelumnya,’’ sarannya.

Baca juga :  Bergerombol, Pelaku Balap Liar Diamankan

Dia menyatakan, pihaknya bersama Dishub, TNI, Polri menutup tempat usaha dan pengunjung dibubarkan agar tidak menjadi contoh usaha lain. Dikatakan pula, pengelola rumah makan mau mengikuti aturan yang ada dan bersedia tidak melakukan kesalahan untuk keduakalinya.

“Kalau pengelola rumah makan tidak mengindahkan apa yang disampaikan, makan akan ditindak sesuai pelanggaran yang dilakukan. Kami minta pemilik rumah makan, angkringan dan kedai kopi menerapkan prokes dengan menyiapkan tempat cuci tangan, sanitizer, pengecekan suhu tubuh, menata dan memberi tanda jarak tempat duduk,” imbaunya.

Baca juga :  Hoaks Megawati Meninggal Tersebar, PDIP Denpasar Lapor ke Polresta

Selain menutup rumah makan dan angkringan, kata Anom Sayoga, pihaknya juga menertibkan pengunjung Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Oka. Dari sidak prokes mengamankan sekaligus membina 9 orang pengunjung yang sedang santai duduk di pinggir lapangan. ”Kami tidak memroses mereka. Hanya memberi peringatan agar tidak melakukan rekreasi malam hari sehingga terhindar dari penularan dan tertular virus korona,’’ tandasnya. (103)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini