Tutup Saluran Drainase, Pemilik Toko Diberikan SP

picsart 08 22 02.41.23
TUTUP DRAINASE – Satpol PP Kota Denpasar, saat menertibkan pemilik toko yang menutup saluran drainase di Jl. Tukad Badung, Minggu (22/8/2021).

Renon, DENPOST.id

Satuan Polisi Pamong PRaja Kota Denpasar, menyemprit sekaligus melayangkan surat peringatan (SP) kepada pemilik toko di Jl. Tukad Badung, Kelurahan Renon, Denpasar Selatan (Densel) karena menutp saluran drainase tanpa izin.

”Kami menindaklanjuti laporan masyarakat ada pemilik toko menutup dan mematikan saluran drainase menuju ke selatan. Gorong-gorong tersebut, dibangun Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) pada proyek Jl. Tukad Badung induk tidak boleh ditutup,’’ kata Kasatpol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga, Minggu (22/8/2021).

Baca juga :  Pemberlakuan PSBB di Denpasar, Operasional Swalayan Dibatasi Pukul 20.00 Wita

Anom Sayoga menjelaskan, pemilik toko tidak boleh sembarangan menutup saluran drainase sampai mematikan got tersebut, dan harus mendapat izin dari Dinas PUPR. Pengusaha atau masyarakat tidak boleh sembarangan menutup saluran air tanpa seizin instansi terkait.

”Kami sudah perintahkan buruh membongkar got yang ditutup guna menjaga hal-hal yang tidak diinginkan,’’ tegas Anom Sayoga.

Dia mengungkapkan, pihaknya sudah melayangkan surat panggilan kepada penanggung jawab proyek yang diperintahkan menutup got tersebut, untuk diminta keterangan, Senin (23/8/2021). Apakah penutupan drainase tersebut sudah mendapat izin atau belum. Kalau belum, proyek tersebut harus dihentikan dan beton penutup drainase harus dibongkar sampai bersih. ”Kami minta kepada pengusaha atau masyarakat jangan sembarang menutup saluran air atau got. Kalau ini dilakukan dapat menimbulkan banjir saat musim hujan,’’ ujarnya. (103)

Baca juga :  DPD FIAN Denpasar Adakan Donor Darah dan Penyuluhan Bahaya Narkoba

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini