Kerang Abalone Dikembangkan di Lembongan

picsart 08 22 06.52.54
KERANG ABALONE - Warga mulai kembangkan kerang abalone di Lembongan, Nusa Penida, Klungkung.

Semarapura, DENPOST.id

Pandemi Covid-19 hingga kini membuat sektor pariwisata di Nusa Penida, Klungkung lumpuh. Tak sedikit warga yang kembali beralih ke sektor perikanan dan kelautan. Bahkan untuk membantu masyarakat di tengah pandemi, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Klungkung mulai mengembangkan komoditas kerang abalone di Pulau Lembongan.

Selain menjadi komoditi yang memiliki nilai tinggi, kerang abalone juga dimanfaatkan sebagai pengendali hama pada budidaya rumput laut.

Baca juga :  Mesin Pompa Keluarkan Percikan Api, SPBU di Tebongkang Nyaris Terbakar

Kerang abalone ini, sebenarnya juga bukan hal asing bagi warga di Nusa Penida. Warga lokal biasanya menyebutnya kerang mali-mali. Demplot ini, sengaja dilakukan di lokasi budi daya rumput laut, karena kerang jenis ini menjadi pengendali hama alami bagi rumput laut.

“Ada simbiosis mutualisme jika kita mengembangkan kerang abalone ini, karena kerang ini juga sebagai pengendali hama rumput laut,” ungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Klungkung, I Dewa Ketut Sueta Negara, Minggu (22/8/2021).

Baca juga :  Pengusaha Pengolahan Kopi di Kintamani Terima Bantuan Dari Kementerian Ini

Menurut Sueta Negara, pemkab mulai mencoba demplot kerang abalone di Desa Lembongan. Ada tiga kawasan budidaya rumput laut yang menjadi lokasi demplot kerang abalone ini, dan lokasinya di sekitar Jembatan Kuning, Desa Lembongan.

Sebagai permulaan, ada sekitar 3.000 ekor kerang abalone yang dikembangkan dalam demplot di Nusa Lembongan.

“Untuk mengembangkan kerang abalone ini kami bekerjasama dengan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budi Daya Laut Gondol, Buleleng. Dan mudah-mudahan berhasil,” harapnya. (119)

Baca juga :  Masuk Klungkung Tidak Wajib Bawa Surat Bebas Covid-19

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini