Edarkan Uang Palsu, Ardy Ditangkap di Negara

Edarkan Uang Palsu, Ardy Ditangkap di Negara
PERLIHATKAN UPAL - Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa dan anak buahnya memperlihatkat upal dan HP dari tersangka Ardy Wiratama saat jumpa pers Senin (23/8) kemarin. (DenPost.id/ist)

Negara, DenPost.id

Satuan Reskrim (Satreskrim) Polres Jembrana berhasil menggulung tersangka pengedar  uang palsu (upal). Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa, Senin (23/8/2021), mengungkapkan kasus ini dilaporkan tiga warga yaitu Kadek Agus Budi Sanjaya asal Pendem, Misadi asal Pengambengan, dan Ziana Walidah Magfirah Syam asal Loloan Timur.  Yang dilaporkan adalah tersangka Ardy Wiratama (29) asal Banyuwangi dan tinggal di Lelateng, Kecamatan Negara.

Kejadiannya berawal pada Minggu (8/8/2021) malam di Lingkungan Satria, Kelurahan Pendem, Jembrana. Saat itu tersangka Ardy Wirarata membeli satu  handphone (HP) merek Realme C11, wama hijau, dari pelapor I Kadek Agus Budi Sanjaya. Tersangka membayar dengan upal pecahan Rp 50 ribu sebanyak 21 lembar  (nilai total Rp 1.050.000).

Baca juga :  62 Warga Belanga, Kintamani Jalani Rapid Test

Korban ternyata bukan hanya  Agus Budi Sanjaya. Pada Selasa (10/8/2021) juga ada warga yang melapor bahwa dia memperoleh upal di GOR Desa Baluk, Kecamatan Negara. Ketika itu tersangka Ardy Wiranata membeli HP merek Readme 5 dari Misadi seharga Rp 325 ribu. Tersangka membayar dengan upal pecahan Rp 50 ribu sebanyak empat lembar dan uang asli Rp 125 ribu.

Sebelumnya tersangka  Ardy juga membeli HP merek Oppo F7 dari  Ziana Walidah  pada 15 Juni 2021 malam di  Lapangan Umum Negara, Kelurahan Banjar Tengah,

Baca juga :  KMP Tunu Pratama Jaya 3888 Kandas di Selat Bali

Negara, seharga Rp 1 juta. Ketika itu tersangka juga membayar dengan upal pecahan Rp 50 ribu sebanyak 20 lembar.

Menyadari uang yang diterima adalah upal, ketiga korban akhirnya melapor ke polisi. Mendapat laporan tersebut, polisi melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil membekuk tersangka Ardy. Dari tersangka, diamankan barang bukti masing-masing berupa 51 lembar uang rupiah palsu pecahan Rp 50 ribu, satu unit HP  merek Xioami A2 Lite warna hitam, satu HP merek Realme C11 wama hijau, satu HP merek Redmi 5 warna putih, satu  HP merek Oppo F7 wama biru dongker, satu  sepeda motor Honda Genio hitam-merah, nopol DK 6489 ZF beserta STNK-nya.

Baca juga :  Pemanjat Kelapa yang Jatuh Akhirnya Ditemukan Meninggal

Di hadapan polisi, tersangka Ardy mengaku memperoleh upal dengan cara membeli lewat aplikasi belanja online. Upal dibeli senilai Rp 4 juta  dengan tiga kali pesanan secara  online dengan pecahan Rp 50 ribu. Upal sebanyak itu kemudian dipakai tersangja untuk membeli sejumlah HP.

Atas perbuatannya,  tersangka Ardy dijerat Pasal 26 Ayat (2) dan (3) jo Pasal 36 Ayat (2) dan (3) UU No.7 Tahun 2011 tentang mata uang, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar. Kasus ini, menurut Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa, masih dikembangkan. (wit)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini