Kasus Pemukulan Dandim Buleleng Berakhir Damai

picsart 08 24 07.15.40
MEDIASI - Suasana mediasi yang akhirnya berakhir damai, di Wantilan Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Selasa (24/8/2021).

Singaraja, DENPOST.id

Kasus pemukulan Dandim 1609/Buleleng, Letkol Inf Windra Listrianto, akhirnya berakhir damai, Selasa (24/8/2021) sore di Wantilan Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar.

Kapolres Buleleng, AKBP Adrian Pramudianto usai memimpin mediasi, menyatakan mediasi berjalan lancar dan kedua belah pihak sudah sepakat berdamai.

Terkait laporan Dandim nantinya akan dibuat surat perdamaian, dan pihak Dandim akan mencabut laporannya.

Ditanya mengenai kondisi warga yang terluka, Kapolres mengatakan ada lima orang tetapi tidak luka berat. “Untuk biaya pengobatan kita yang tanggung termasuk ada kios yang rusak itu juga kita perbaiki,” imbuhnya.

Baca juga :  Operasi Gabungan Prokes Singaraja, 17 Pelanggar Terjaring

Dia pun mengatakan bahwa sebenarnya warga Desa Sidatapa menyambut baik program pemerintah dalam upaya penanganan Covid-19. Namun, warga meminta diberitahukan lebih awal dan dilakukan dengan cara-cara yang lebih elegan.

Sebelumnya, pasca Dandim Buleleng melaporkan aksi pemukulan terhadap dirinya telah dilakukan langkah-langkah mediasi. Awalnya mediasi diagendakan di Makodim Buleleng, namun akhirnya bergeser ke Mapolres Buleleng, yang dihadiri Dandim Buleleng, dan Tokoh Warga Desa Sidatapa, Wayan Arta, yang juga Anggota DPRD Bali.

Baca juga :  Penerima Plasma Konvalesen Wajib Cari Donor Pengganti

Dalam mediasi sekitar satu jam belum ada titik temu, sehingga mediasi bergeser ke Balai Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar. “Tadi sudah ada kesepakatan dengan tokoh masyarakat di sana dan kita lanjutkan mediasi di Desa Sidatapa untuk finalisasi,” ucap Kapolres Andrian Pramudianto, menjelang berangkat ke Desa Sidatapa.

Saat mediasi di Mapolres Buleleng, ke lima korban yang merupaka warga tidak hadir, sehingga mediasi dilakukan di Desa Sidatapa.

Sementara Dandim Buleleng, Letkol Inf Windra Listrianto mengaku siap melaksanakan apapun sebagai prajurit bela negara. “Tadi dari pihak keluarga minta ke Sidatapa dan kami selaku Pembela Bangsa dan Negara siap saja,” ucapnya singkat.

Baca juga :  Pelajar SMA yang Tenggelam di Sungai Batu Penyu Ditemukan Sudah Meninggal

Wayan Arta, selaku Tokoh Desa Sidatapa yang menjabat sebagai DPRD Bali, menyatakan perlu penjelasan yang jelas, sehingga faktanya terungkap. “Saya pikir tak mungkinlah warga kami mengeroyok Dandim, jadi minta itu diluruskan karena sudah muncul di media. Kesannya kok negatif sekali Desa Sidatapa,” ungkapnya.

Arta pun mengharapkan semua berjalan sesuai harapan bersama. (118)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini