Fokus Tangani Covid-19, Badung Anggarkan Rp 311 Miliar

picsart 08 24 07.16.08
BANGGAR - Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Badung, saat membahas anggaran Perubahan APBD 2021, sepakati prioritaskan untuk penanganan Covid-19.

Mangupura, DENPOST.id

Perubahan APBD Badung tahun 2021, kembali digodok Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Badung, di Gedung DPRD Badung, Selasa (25/8/2021). Dalam rapat terbatas tersebut, anggaran Perubahan APBD 2021 disepakati diprioritaskan untuk penanganan Covid-19.

Rapat dipimpin Ketua DPRD Badung, Putu Parwata, dengan dihadiri anggota Banggar, seperti Ketua Komisi III Putu Alit Yandinata, kemudian Anggota Dewan, Made Ponda Wirawan, dan Rara Hita Sukma Dewi. Sementara TAPD dipimpin Sekda Badung, Wayan Adi Arnawa, dan jajarannya.

Baca juga :  Astra Motor Bali Hadirkan All New Honda Scoopy

Ditemui usai rapat, Ketut DPRD Badung, Putu Parwata menyatakan berdasarkan hasil rapat Banggar dan TAPD dan sesuai instruksi Gubernur Bali, Pemerintah Badung harus fokus dalam penanganan Covid-19. Pada APBD 2021, penanganan Covid-19 ini telah dialokasikan anggaran sebesar Rp311 miliar.

Lebih lanjut dikatakan Parwata, penanganan Covid-19 salah satunya yang akan dilakukan dengan menyiapkan bed untuk sentral isolasi. Total sebesar Rp33 miliar dialokasikan untuk perbaikan Gedung D RSD Mangusada yang akan digunakan untuk menampung pasien Covid-19. “Harapannya tidak ada masalah lagi dengan penanganan Covid-19. Yang lain-lain, seperti belanja pegawai, belanja barang dan jasa itu disesuaikan dengan kebutuhan,” ujar Parwata.

Baca juga :  Wisata Bahari Masih Tutup, Desa Adat Tanjung Benoa Harapkan Ini

Banggar juga memberikan sejumlah masukan untuk memaksimalkan pendapatan daerah, yakni dengan melakukan penyesuaian BPHTB, kemudian dari tower supaya diselaraskan agar tidak bertentangan dengan UU termasuk tower rooftopnya.

Selain itu, masalah penyelesaian Perda Tata Ruang. Pihaknya menargetkan Perda Tata Ruang bisa rampung pada, November 2021, sehingga tahun 2022 investasi sudah bisa masuk ke Badung.

Sementara Sekda Adi Arnawa, juga mengaku akan mendengarkan saran dan usul dewan dengan mengoptimalkan pendapatan. Pasalnya, di tengah pandemi ini diakui ada penurunan pendapatan yang cukup tajam dari sektor pariwisata, sehingga pihaknya harus menggali potensi lain sebagai pundi-pundi keuangan Badung. (*/115)

Baca juga :  Kantor Camat Kutsel Terapkan QR Code PeduliLindungi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini