Meningkat, Permintaan Kremasi di Krematorium Bebalang

picsart 08 25 06.50.19
KREMASI - Prosesi kremasi jenazah di Krematorium Bebalang, Bangli.

Bangli, DENPOST.id

Selain peti jenazah, permintaan layanan pembakaran jenazah (kremasi) di Krematorium Bebalang, Bangli di masa pandemi Covid-19, mengalami kenaikan. Rekor tertinggi selama pandemi, dalam sehari Krematorium Bebalang bisa melakukan upacara kremasi hingga 38 jenazah yang didominasi Covid-19.

Kondisi ini juga dipicu adanya Surat Edaran (SE) dari PHDI dan MDA yang mengisyaratkan terkait penanganan korban Covid-19, tidak boleh menitip jenazah lebih dari dua hari. Karena itu, dalam sepekan terakhir Yayasan Sagraha Mandra Kantha Santhi terpaksa membuka pelayanan kremasi hingga tiga kloter dalam sehari, yakni pagi, siang dan malam hari.

Baca juga :  Kemendikbudristek RI Tinjau SD Negeri di Pelosok Buleleng

“Di masa pandemi, memang ada kenaikan,” kata Ketua Krematorium Bebalang, I Nyoman Karsana, saat dikonfirmasi, Rabu (25/8/2021).

Kendati demikian, kenaikan tersebut tak dianggap terlalu signifikan. Sebab pihaknya sudah terbiasa melayani kremasi minimal 24 jenazah dalam satu hari. Hanya saja, pascaadanya instruksi dari Pemerintah Provinsi Bali, terkait Surat Edaran MDA dan PHDI Bali bahwasanya tidak boleh menitip jenazah lebih dari 2 hari. Karena itu, kegiatan kremasi di Bebalang kini dilakukan hingga tiga shift. “Biasanya kami lakukan dua shift, pagi dan siang. Namun setelah ada SE tersebut, kami membuka tiga shift hingga malam,” beber Karsana.

Baca juga :  Jabatan Sekda, Jembrana Gelar Seleksi Terbuka

Diungkapkan, daya tampung krematorium dalam satu kloter pelaksanaan kremasi maksimal untuk 13 jenazah. Karena itu, sejauh ini rekor tertinggi kremasi yang pernah dilakukan dalam satu hari bisa mencapai 38 jenazah yang didominasi Covid-19. (128)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini