Saraswati, Siswa Dilarang ke Sekolah

picsart 08 25 06.51.07
BANYU PINARUH - Suasana warga, saat melaksanakan banyu pinaruh di Pantai Watu Klotok, Klungkung tahun 2020.

Semarapura, DENPOST.id

Untuk kesekian kalinya, perayaan Hari Raya Saraswati pada, Sabtu (28/8/2021) harus berjalan dalam situasi pandemi Covid-19. Oleh karena itu,  Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Klungkung, kembali mengingatkan umat Hindu di Klungkung agar membatasi kepesertaan agar tidak menimbulkan klaster upacara keagamaan.

“Sesuai surat edaran dari PHDI Provinsi Bali, dan MDA Provinsi Bali, sudah jelas di sana disampaikan dan diimbau kepada kita umat sedarma untuk upacara keagamaan hendaknya dibatasi pesertanya. Dalam surat edaran bersama itu, dicantumkan maksimal 15 orang untuk setiap kegiatan upacara keagamaan,” ungkap Ketua PHDI Klungkung, I Putu Suarta, Rabu (25/8/2021).

Baca juga :  SMK TI Bali Global Badung Makin Moncer di Era Pandemi Covid-19

Menurut Putu Suarta, imbauan tersebut mengacu pada perkembangan pandemi Covid-19 yang belum mereda. Bahkan saat ini Provinsi Bali masih menjalankan PPKM Level 4. Apabila tidak dilakukan pembatasan, dikhawatirkan akan muncul klaster-klaster baru usai upacara keagamaan.

“Surat edaran bersama ini dimaksudkan agar mengurangi kerumunan. Jadi, saya menyarankan agar dalam perayaan Saraswati umat Hindu berdoa dari rumah dan dari merajan masing-masing,” sarannya.

Baca juga :  Tunggu Juknis, Vaksinasi Tahap Kedua di Badung Sasar Ini

Selain upacara keagamaan, Putu Suarta juga meminta agar penekun spritual atau dukun untuk tetap menjalankan prokes yakni membatasi warga datang ke rumah. Karena pada saat Hari Saraswati, biasanya banyak warga yang datang ke rumah para penekun spritual atau dukun untuk bersembahyang sebagai bentuk rasa syukur.

Pembatasan aktivitas persembahyangan juga diminta di sekolah. Bahkan Suarta meminta agar para siswa tidak diizinkan datang ke sekolah saat Saraswati. Menurutnya, kegiatan persembahyangan di sekolah di hari turunnya ilmu pengetahuan tersebut, cukup diikuti oleh para guru saja.

Baca juga :  Di Jembrana, Dua Pasien Covid-19 Meninggal

Untuk keesokan harinya, Minggu (29/8/2021) pada banyu pinaruh juga tetap diberlakukan pembatasan. Umat Hindu diimbau agar tidak ke pantai ataupun sumber-sumber air saat banyu pinaruh. Sebagai gantinya, umat sedarma diharapkan melakukan penyucian diri secara hening di rumah saja. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini