Diduga Palsukan Sertifikat Vaksin, Puluhan ABK Diamankan

picsart 08 26 06.43.07
TEST ANTIGEN - Polres Karangasem, saat melakukan Test Antigen penumpang yang diduga membawa sertifikat vaksinasi palsu.

Amlapura, DENPOST.id

Sebanyak 31 warga asal Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat diamankan jajaran Polres Karangasem, Kamis (26/8/2021) di Pelabuhan Padang Bai, Desa Padang Bai, Kecamatan Manggis, Karangasem. Puluhan warga yang bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) di salah satu kapal ikan ini, diduga memalsukan sertifikat vaksinasi Covid-19.

Hal ini diketahui saat dilakukan pemeriksaan di Pos Pelabuhan Padang Bai, saat hendak menyeberang menuju Lombok.

Kapolres Karangasem, AKBP Riko A.A Tarun menuturkan hingga kini pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan pemalsuan dokumen. “Mereka adalah ABK pencari ikan sudah 6 bulan melaut dan bersandar di Benoa. Nah, tadi mereka ingin menyeberang untuk pulang ke kampung halaman di Lombok Timur, ” ujarnya.

Saat pemeriksaan dokumen dari 31 penumpang, hanya 18 orang yang menunjukkan sertifikat vaksin. “Mereka terbagi dalam dua kendaraan, yaitu 27 orang di bus dan empat orang di mobil pribadi, ” jelasnya.

Baca juga :  Motif Kain Gringsing Termuat di Pecahan Rp 75 Ribu, Ini Harapan Warga

Merasa curiga, petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan Padang Bai, mencoba mengecek keaslian sertifikat vaksinasi lewat aplikasi peduli lindungi. Ternyata diduga palsu. “Saat pemeriksaan mereka belum mengantongi surat antigen. Sempat diamankan di Polsek Perairan Padang Bai, lalu kini di Polres Karangasem. Sebelum diperiksa, seluruhnya kami Test Antigen terlebih dahulu. Kami akan berikan vaksinasi, ” imbuh Ricko.

Ricko menyayangkan dugaan pemalsuan dokumen ini, sebab kini penumpang yang ingin menyeberang dapat melakukan vaksinasi gratis maupun Test Antigen di Pelabuhan Padang Bai. “Padahal penumpang bisa melakukan pemeriksaan atau vaksinasi di Padang Bai untuk kelengkapan dokumen perjalanan, ” ucapnya.

Baca juga :  Truk Angkut Tanah Uruk Terbalik di Bona

Kini, pihak kepolisian masih mendalami lebih lanjut terkait dugaan pemalsuan, siapa yang menjadi koordinator dan menggali keterangan lebih lanjut. “Jika terbukti benar akan dijerat dengan pasal tentang pemalsuan dokumen, ” tegasnya. (yun)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini