Banyu Pinaruh, MDA Denpasar Imbau Masyarakat Tak Berduyun-duyun ke Pantai

picsart 08 27 08.39.10
Bendesa Madya Majelis Desa Adat Kota Denpasar, AA Ketut Sudiana.

Denpasar, DENPOST.id

Berkaitan dengan pelaksanaan hari suci banyu pinaruh yang jatuh setiap enam bulan sekali, masyarakat Kota Denpasar diimbau untuk tidak berduyun-duyun datang ke pantai, melainkan melaksanakan pengelukatan ngayat dari rumah masing-masing.

“Kami mengimbau masyarakat Kota Denpasar tidak berbondong-bondong ke pantai untuk melaksanakan pembersihan, melainkan ngayat melaksanakan di rumah masing masing,” ujar Bendesa Madya Majelis Desa Adat Kota Denpasar, AA Ketut Sudiana, Jumat (27/8/2021).

Baca juga :  Bangkitkan Ekonomi Bali, BI Siapkan Ini

Lebih lanjut dijelaskan, hingga saat ini Kota Denpasar khususnya wilayah pesisir, yakni Sanur dan Serangan masih terjadi penularan Covid-19. Terlebih saat ini penerapan PPKM level IV masih dilaksanakan. Karenanya, hal ini menjadikan obyek wisata pantai di Kota Denpasar termasuk di wilayah Sanur dan Serangan masih ditutup untuk umum.

“Kawasan pantai sebagai salah satu tempat wisata di seluruh Kota Denpasar, khususnya di Sanur dan Serangan saat ini masih ditutup untuk umum, sehingga masyarakat diharapkan melaksanakan pembersihan atau pengelukatan banyu pinaruh dari rumah masing-masing,” jelasnya.

Baca juga :  Venue Olahraga di Buleleng Ditutup Sementara

Sudiana berharap masyarakat memaklumi kondisi ini. Dimana, kebijakan ini tak lain untuk kebaikan bersama dalam memutus penyebaran guna percepatan penanganan Covid-19.

Saat pelaksanaan hari suci Saraswati dan banyu pinaruh akan disiagakan tim gabungan yang terdiri dari pecalang, TNI/Polri dan Satpol PP untuk menjaga pintu-pintu masuk menuju kawasan pantai. (112)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini