Menipu Hingga Ratusan Juta Rupiah, Calo PNS Asal Tabanan Ditangkap

picsart 08 28 02.33.28
CALO PNS - Kapolres Tabanan, AKBP Ranefli Dian Candra, saat menunjukkan tersangka penipuan dengan modus calo PNS.

Tabanan, DENPOST.id

Pria pengangguran, I Nyoman Beni Pong (40) hanya tertunduk lesu saat digiring dari ruang tahanan Polres Tabanan, Jumat (27/8/2021) siang. Tersangka asal Desa Sai, Pupuan, Tabanan itu ditangkap polisi lantaran melakukan penipuan dengan modus menjadi calo Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Aksi penipuan yang dilancarkan tersangka Beni Pong sejak 2017 dan empat orang mengaku menjadi korbannya. “Baru ada empat korban yang melapor dengan jumlah kerugian mencapai Rp 250 juta. Modus tersangka, berjanji membantu para korban menjadi PNS tanpa tes atau mengikuti seleksi,” kata Kapolres Tabanan, AKBP Ranefli Dian Candra.

Baca juga :  Nyolong Televisi, Perempuan Muda Huni Sel Polres Tabanan

Dilanjutkannya, tersangka ditangkap di rumahnya di Desa Sai, Pupuan, Kamis 19 Agustus 2021, sekitar pukul 11.30. Ranefli mengatakan, terbongkarnya kasus penipuan yang dilancarkan tersangka, berdasarkan laporan dari sejumlah korban. Salah satu korban seorang guru honorer di salah satu SD di wilayah Sudimara, Tabanan. Korban mengaku akan dibantu menjadi PNS dengan syarat menyerahkan uang. Setelah menyerahkan uang, ternyata hingga kini korban belum diangkat sebagai PNS. “Korban ini mengalami jumlah kerugian yang tak terlalu banyak, yakni Rp 30 juta. Korban menyerahkan uang sekitar tahun 2017 lalu,” ujarnya.

Selain guru honorer itu, laporan yang sama juga dilayangkan oleh korban lainya yakni I Wayan Suaryana (52) asal Kerambitan, Tabanan dani I Ketut Susu Sastrawan (56) asal Desa Belalang, Kediri
Tabanan. Kedua korban terbujuk rayuan tersangka yang katanya bisa meloloskan anaknya sebagai PNS di Tabanan. Kemudian kedua korban menyerahkan uang ratusan juta rupiah. “Total uang yang mereka serahkan sekitar Rp 230 juta. Bahkan saat penyerahan uang, tersangka membuat surat perjanjian bermaterai berisi tulisan, bila tak lolos menjadi PNS maka uang akan kembali,” beber Ranefli.

Baca juga :  Diinstruksikan Belajar di Rumah, Sejumlah Pelajar Malah Asik Lakukan Ini

Ranefli menduga, masih ada masyarakat lainnya menjadi korban dari aksi penipuan yang dilakukan tersangka. Dan pihaknya mengimbau bila ada yang merasa ditipu agar melapor ke Polres Tabanan. “Kami masih mengembangkan kasus ini,” tegasnya. (124)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini