Ketua LPD Ked, Desa Taro Tewas Gantung Diri

picsart 08 30 08.24.33
OLAH TKP - Polisi, saat melakukan olah TKP di pondokan Doblet bunuh diri, dengan cara gantung diri, Senin (30/8/2021)

Gianyar, DENPOST.id

Ketua LPD Ked, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Gianyar,  I Ketut Doblet Antara (53), nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Ketua LPD Ked ini, ditemukan tewas gantung diri di sebuah pondokan miliknya yang jauh dari rumah korban.

Tidak diketahui motif Ketua LPD Ked ini bunuh diri. Namun, sebelumnya korban mengirim pesan kepada anak perempuannya yang sudah kawin. Musibah ini, terjadi Senin (30/8/2021) sore.

Informasi yang dihimpun menyebutkan sebelum kejadian,korban yang akrab disapa Kriwil ini sempat mengirimkan pesan singkat kepada anak perempuannya yang sudah menikah. Dalam pesan singkat tersebut korban Doblet mengutarakan penyesalannya dan merasa gagal menjadi orang tua. 

Kelihan Dusun Banjar Ked, I Wayan Pasek Eka Wiratha, saat dikonfirmasi membenarkan korban kejadian tersebut. Menurut keterangan dari pihak keluarga, sekitar pukul 14.00 Wita, korban sempat mengirim SMS kepada anak perempuannya yang menikah ke Buleleng, namun tinggal di Denpasar. Setelah SMS dibaca, anak perempuannya ini merasa khawatir kemudian berusaha menghubungi keluarga di rumah di desa, termasuk menghubungi para tetangga agar mengecek keberadaan ayahnya.

Baca juga :  Badung Perlu Siapkan Rencana Cadangan

Benar saja, saat dicek pihak keluarga, korban Ketut Doblet tidak ada di rumahnya. Karena tidak ada dirumah, sehingga Ketua LPD Ked ini dicari sekeliling rumah, namun  tidak ditemukan, sehingga pencarian dilakukan sampai ke pondok tegalannya.

Alangkah terkejutnya pihak keluarga menemukan korban Ketut Doblet, ditemukan dalam kondisi gantung diri didalam sebuah pondokan. Saat diturunkan, korban masih bernafas. Begitu dievakuasi menuju mobil, korban diduga sudah meninggal dunia.

Baca juga :  Pemilik Helo Caffee dan Angkringan Didenda Rp 200 Ribu

Kadus Wayan Eka Wiratha enggan berpsekulasi terkait motif korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Termasuk apakah ada kaitannya dengan pengelolaan LPD Ked yang dipimpin korban.
Dalam kesehariannya, korban dikenal rajin sembahyang.

Jenazah Doblet sudah langsung dikuburkan. Sebab kepercayaan warga setempat bertepatan dengan wuku watugunung tidak diperbolehkan melakukan upacara pitra yadnya.

Kapolsek Tegalalang, AKP I Ketut Sudita, membenarkan kejadian tersebut. Polisi sudah turun ke TKP untuk melakukan olah TKP dan minta keterangan sejumlah saksi. Polisi juga mengecek pesan WA yang dikirim korban kepada anak perempuannya. Belum diketahui motif korban nekat mengakhiri hidupnya, dengan cara gantung diri.

Baca juga :  Patroli Wilayah Gunakan Sepeda, Kapolsek Gianyar Sambangi Ini

Berikut isi pesan WhatsApp yang dikirim korban kepada anak perempuannya : “gst ayu rada, kak sing maan bin nepukin ayu kanggoang amone kak hidup. kak bingung ngalih jalan buntu pragat nenek ngomel mai pelih keme pelih. Nah amone kak mebesen jak ayu nah ayu ampurang kak yu, jani kak mepamit jak ayu ajak jero eka jak gst ngurah. kak ngidih pelih jak meme jak gede, nah gede suud mento minum jak ngeroko  runguang meme, pak udah gagal menjalani hidup rahayu keluarga jak onyang tabah ngih. Di lpd bapak sing mutang ane 2 jt Iwe Susan nganggo pisne pak ngelah pis sik men santi 500.000 ribu.(116)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini