Mas Sumatri Jadi Saksi Kunci, Penyidikan Kasus Masker Nyaris Rampung

Mas Sumatri Jadi Saksi Kunci, Kasus Masker 95 Persen Rampung
PENUHI PANGGILAN - I Gusti Ayu Mas Sumatri saat memenuhi panggilan penyidik Kejari Karangasem.

Amlapura, DENPOST.id

Penanganan kasus dugaan korupsi masker dalam penanganan Covid-19 tahun 2020 lalu oleh Dinas Sosial Kabupaten Karangasem nyaris rampung di kejaksaan. Menyusul diperiksanya saksi kunci dalam kasus ini. Salah satunya mantan Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri.  Bupati Karangasem periode 2016-2021 dipanggil dan diperiksaan penyidik Kejari Karangasem, Selasa (31/8/2021). Mas Sumatri dimintai keterangan sebagai pemberi Surat Keputusan pengadaan masker mengingat kapasitas Mas Sumatri kala itu sebagai pemegang kebijakan.

Hal tersebut diungkapkan Kasi Intel Kejaksaan Negeri Karangasem, Dewa Gede Semata Putra. “Tanpa ada SK dari Bupati tidak mungkin dana pengadaan masker dapat dicairkan, semua penentunya ada di bupati, sehingga kami hari ini meminta keterangan Gusti Ayu Mas Sumatri. Bisa dikatakan termasuk dalam saksi kunci,” paparnya.

Baca juga :  Tangkal Penyebaran Covid-19, Ini Langkah Polisi

Lebih lanjut Semara Putra mengungkapkan, setelah memeriksa saksi kunci, kasus dugaan korupsi masker telah rampung 95 persen. “Lima persen lagi tinggal memperkuat bukti dan hasil kesaksian para saksi. Mengenai saksi selanjutnya kami belum bisa tentukan. Sebab menunggu pengembangan dari keterangan saksi hari ini,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) saat ini dikatakan masih melakukan penghitungan kerugian negara akibat kasus ini. “Kami harap BPKP dapat memproses cepat agar kasus ini cepat selesai,” ujarnya.

Baca juga :  Hanya Temukan Pancing di Bawah Teluk, Pencarian Masih Nihil

Pantauan di Kejari Karangasem, Mas Sumatri hadir didampingi kuasa hukumnya, Anak Agung Gede Parwata. Dia diperiksa selama 2 jam. Saat hendak diwawancarai, Mas Sumatri berkelit dan langsung masuk ke mobilnya.

Kuasa hukum Mas Sumatri, Agung Parwata mengatakan, pemeriksaan dijeda karena penyidik hendak melakukan ibadah. “Sebenenarnya ibu minta langsung selesai, namun penyidik masih ada kegiatan, ” ungkapnya. Ditanya terkait pertanyaan penyidik, Parwata mengatakan pertanyaannya seputar SK Bupati dalam pengadaan masker tersebut. Ia mengungkapkan, dalam proses keluarnya SK ada berbagai pihak yang melakukan kajian seperti bagian hukum dan lain-lain. “Jadi ibu tidak memutuskan begitu saja tentunya,” katanya. Selain itu, lanjut Agung Parwata, di tengah situasi pandemi Covid-19, Mas Sumatri menilai kebijakan pengadaan masker ini penting dilakukan. “Yang jelas ibu siap memberi keterangan,” pungkasnya. (yun)

Baca juga :  Catat 90 Persen Kesembuhan, Karangasem Tetap Lakukan Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini