Mural 300 Meter Kritik Warga Soal Buang Sampah Sembarangan

picsart 08 31 07.33.14
MURAL - Mural yang dibuat Pemkab Klungkung, di TOSS Center, Dusun Karangdadi, Kusamba, Dawan, Selasa (31/8/2021).

Semarapura, DENPOST.id

Ribut-ribut soal mural yang mengkritisi kebijakan pemerintah di Indonesia, Pemkab Klungkung justru membuat mural di tempat umum untuk mengkritik dan mengedukasi masyarakat supaya tidak membuang sampah sembarangan. Mural ini dibuat di tembok Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Center Dusun Karangdadi, Desa Kusamba, Dawan, Klungkung.

Panjang mural yang dibuat bisa dibilang terpanjang di Bali. Karena mural yang dibuat hampir memenuhi tembok TOSS Center yang luasnya mencapai dua hektar. Tema lukisan yang dibuat juga beragam dan berurut dari buang sampah sembarangan sampai dampak yang ditimbulkan seperti polusi dan banjir.

Baca juga :  Pemkab Klungkung Siapkan Tempat Karantina Ratusan PMI

Kemudian baru upaya mengatasi dan menciptakan produk turunan kompos untuk pertanian dan pertamanan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung, Ketut Suadnyana, ketika dikonfirmasi, Selasa (31/8/2021) mengatakan kalau pembuatan mural ditembok TOSS Center tidak terlepas dari ide Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta. Yang mana awalnya Suwirta ingin mengajak masyarakat untuk bisa memilah sampah dari rumah. Kemudian bupati membangun TOSS Center di Dusun Karangdadi, Kusamba.

Baca juga :  RSUD Klungkung Tambah Ruang Isolasi

“TOSS Center ini kemudian banyak dikunjungi tamu termasuk siswa. Karena itu, TOSS dijadikan tempat edukasi dan rekreasi dan kebetulan terdapat ruang kosong berupa tembok untuk melakukan hal tersebut (mural),” ujar Suadnyana.

Menurut Suadnyana, tembok di TOSS Center yang dilukis mural memiliki sekitar panjang 150 meter dan tinggi 2 meter. Mural terlukis di kedua sisinya, sehingga panjang mural secara keseluruhan mencapai 300 meter. Mural tersebut, dibuat sejak dua bulan lalu oleh seniman asal Nusa Penida, Ketut Sumadi, menggunakan dana CSR.

Baca juga :  Warung di Devil Tear's Mulai Tutup, Mobil Angkutan Wisatawan Banyak Dijual

Yang jelas, mantan Kabag Humas Pemkab Klungkung ini mengatakan mural tersebut tidak hanya dibuat untuk menghilangkan kesan kumuh dari tempat olah sampah, namun juga mengedukasi masyarakat untuk menjaga lingkungan dan mengolah sampah lebih baik. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini