Pelanggaran Prokes di Badung Diklaim Menurun

picsart 08 31 07.38.31
PATROLI PROKES - Satpol PP Badung, saat melakukan patroli pokes di kawasan pinggir pantai saat hari raya banyu pinaruh.

Mangupura, DENPOST.id

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di Bali, terus diperpanjang. Kendati demikian, pelanggaran protokol kesehatan (Prokes) yang tercatat berdasarkan hasil sidak yang dilaksanakan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Badung, sudah mengalami penurunan.

Dari keseluruhan pelanggaran prokes yang tercatat, hanya 171 pelanggaran dari perorangan maupun pelaku usaha.

Kepala Satpol PP Badung, I Gusti Agung Ketut Suryanegara, mengatakan penurunan pelanggaran sudah mulai terlihat sejak PPKM level 4 pada, 17 Agustus 2021. Mulai dari pelanggaran perorangan atau pelaku usaha juga sudah mengalami penurunan.

“Memang sudah ada penurunan pelanggaran, kalau sebelumnya pelanggaran itu tinggi bahkan sampai ada tempat usaha yang kami segel,” ujar Suryanegara, saat dikonfirmasi, Selasa (31/8/2021).

Baca juga :  Syukuran Hari Jadi Ke-8, Anggota NDB Lakukan Ini

Menurutnya, tingkat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penerapan prokes sudah semakin meningkat. Namun, pihaknya menyatakan walaupun kesadaran masyarakat sudah meningkat, pengawasan dan sidak prokes tidak dikendurkan. “Memang ini kesadaran masyarakat sudah meningkat, apalagi saat ini varian Delta sangat cepat menyebar. Jangankan memakai satu masker beberapa tempat malah saya lihat orang-orang memakai masker dua,” ungkapnya.

Kendati sudah ada penurunan, Suryanegara tidak menampik jika saat ini masih ada pelanggaran yang tercatat. Dari pelanggaran prokes yakni dari perorangan yang tidak memakai masker sudah jarang ditemukan. Hanya saja masyarakat yang memakai masker yang tidak menutupi hidung dan mulut masih ditemukan. Kemudian dari pelaku usaha saat dilakukan sidak beberapa pelanggaran juga masih ditemukan.

Baca juga :  Mayat di Dam Baluk Dievakuasi Petugas Dengan APD

“Delama seminggu kami mencatat ada 33 pelanggaran perorangan karena tidak memakai masker dengan benar yang kemudian kami berikan teguran, dan ada sembilan orang yang tidak memakai masker kami berikan teguran tertulis. Kalau dari pelaku usaha selama seminggu hanya ada satu yang kami denda karena lewat dari jam buka,” jelasnya, sembari mengatakan total seluruh pelanggaran yang tercatat selama 24 Agustus sampai 30 Agustus 2021, mencapai 171 pelanggaran. (115)

Baca juga :  Dapur Umum Penanganan Covid-19 Dibangun di GOR Swecapura

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini