Musim Kemarau, Sebagian Desa di Karangasem Diprediksi Kekeringan

Musim Kemarau, Sebagian Desa di Karangasem Diprediksi Kekeringan
AIR BERSIH - Distribusi air bersih ke sejumlah desa di Karangasem yang mengalami kekeringan. DENPOST.id/dok

Amlapura, DENPOST.id

Memasuki musim kemarau, Badan Meteorologi, Klimatologi  serta Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian desa di Karangasem akan mengalami kekeringan. Kondisi ini akan berdampak pada krisis air bersih. Tak hanya itu, ancaman kebakaran lahan juga dapat terjadi. Terkait itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah Karangasem (BPBD) meminta masyarakat agar selalu siaga.

Plt. Kepala BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, menyatakan, daerah berpotensi mengalami kekeringan yang berdampak pada kesulitan air bersih dan kebakaran lahan mengacu dengan peta risiko bencana yang telah dikaji. “Daerah yang krisis air bersih biasanya ada di Kecamatan Kubu, Abang, Bebandem, dan Karangasem. Di Kubu hampir semua desa kesulitan air bersih saat kemarau,” ujar Arimbawa.

Baca juga :  Mas Sumatri Pimpin Penyemprotan Disinfektan

Lebih lanjut ia mengatakan, daerah yang mengalami krisis air bersih biasanya desa yang lokasinya di perbukitan yang tak terjangkau sambungan dari Perumda Tirta Tohlangkir. Tak hanya itu, sebab lainnya di antaranya sumber mata air yang semula dimanfaatkan warga kering memasuki musim kemarau.

Tahun-tahun sebelumnya, saat memasuki musim kemarau warga akan mulai membeli air. Hal ini dilakukan untuk memenuhi air untuk keperluan memasak, minum, serta cuci pakaian. Per tangki dihargai Rp 250 ribu – 300 ribu. Namun di tengah pandemi Covid-19, kondisi ini tentu saja akan semakin terasa sulit.

Baca juga :  Bawa Surat Hasil Tes Antigen Palsu, Tiga Orang Ditangkap

 

Terkait itu, Arimbawa meminta warga yang kesulitan air bersih agar segera berkoordinasi. Warga bisa mengajukan permintaan air bersih ke Dinas Sosial, Palang Merah Indonesia Cabang Karangasem dan organisasi swasta atau LSM yang biasa memberi bantuan air bersih.

“Sampai kini belum ada daerah di Kabupaten Karangasem yang mengajukan air bersih ke BPBD atau instansi terkait,” ucapnya. Syarat pengajuan air bersih adalah pemohon harus memberi lokasi yang jelas serta memiliki tempat penampungan yang dapat dijangkau masyarakat. “Semua harus dengan persetujuan dan tempat yang bisa diakses bersama,” imbuhnya.

Baca juga :  375 Orang Kader Satgas Baru Ikut Sosialisasikan 3M

Kendati demikian, di tahun 2021 ini data BPBD Karangasem menyatakan terjadi penurunan wilayah risiko kekeringan. Kondisi ini dikarenakan banyak ditemukan sumber mata air baru. “Selain itu juga ada pembangunan pamsims dan gali sumur baru. Salah satu contohnya seperti di Desa Sukadana,” pungkasnya. (yun)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini