Desa Adat Denpasar Segera Realisasikan Pembangunan Tempat Pengabenan

picsart 09 03 07.30.03
KETERANGAN PERS - Bendesa Adat Denpasar, AA Ngurah Rai Sudarma, didampingi sejumlah prajuru adat, saat memberikan keterangan pers terkait pembangunan genah pengabenan, Kamis (2/9/2021).

Pemecutan, DENPOST.id

Gagasan Prajuru Desa Adat Denpasar untuk membangun genah (tempat) pengabenan di Setra Bugbugan yang merupakan satu kesatuan Setra Agung Badung, tampaknya akan segera terwujud. Kepastian pengerjaan tempat/genah pengabenan itu, disampaikan Bendesa Adat Denpasar, AA Ngurah Rai Sudarma, SH. MH., didampingi prajuru adat lainnya, serta mitra kerja Sabha Desa, Drs. AA Putu Gede Wibawa, Kertha Desa diwakili Ketut Suteja Kumara, ST, Kamis (2/9/2021).

Jro Bendesa AAN Rai Sudarma menjelaskan, ide pembangunan tempat pengabenan (sejenis krematorium) ini, sejatinya sudah tercetus pada tahun 2017, namun baru masuk program pembangunan Desa Adat Denpasar tahun 2019. Gagasan prajuru ini didasari pertimbangan untuk membantu krama menekan biaya dalam melaksanakan upacara pengabenan (pitra yadnya), tanpa mengurangi makna dan tujuan ngaben, serta tidak menghilangkan adat, budaya maupun dresta Bali dalam prosesi pengabenan. Dengan demikian, warga yang melaksanakan yadnya tidak merasa terbebani. “Program ini disambut positif Pemkot Denpasar, kemudian dikoordinasikan ke Pemprov Bali, sehingga diberikan hibah bangunan tempat pengabenan oleh Pemkot Denpasar melalui dana BKK Pemprov Bali tahun anggaran 2021,” papar Rai Sudarma.

Baca juga :  Dua Hari, Angin Diprediksi Kencang

Dikatakannya, pelaksanaan pengabenan nantinya tetap mengacu Awig-awig Desa Adat Denpasar. Pembangunan genah pengabenan di Setra Bugbugan ini, dipergunakan untuk masyarakat umum yang beragama Hindu. “Dalam pelaksanaan pengabenan tetap memakai dresta padewasan yang tercantum dalam Awig-awig Desa Adat Denpasar,” ujarnya.

Sementara Ketua Sabha Desa, Desa Adat Denpasar, AA Putu Gede Wibawa, menambahkan pembangunan genah ngaben ini bukan gagasan mandadak yang langsung jadi. Namun, sudah melalui proses panjang dan tahapan pembahasan sesuai yang diatur dalam Awig-awig Desa Adat Denpasar. Gagasan ini sudah digodok melalui paruman agung yang dihadiri seluruh kelian banjar yang akhirnya memutuskan membangun genah pengabenan. “Program ini cukup visioner yang benar-benar untuk kepentingan warga Desa Adat Denpasar maupun masyarakat lainnya guna mengatasi salah satu persoalan adat. Terutama kesulitan warga mencari tempat penguburan atau pengabenan,” ucap AA Wibawa.

Baca juga :  Belum Terima Subsidi Listrik, Jatah Warga Miskin Bakal Dirapel

Ketut Suteja Kumara yang mewakili Kertha Desa juga menyebut pembangunan genah pengabenan di Setra Bugbugan justru untuk melestarikan gagasan leluhur yang cukup visioner. “Jika dilihat dari pola pelaksanaan pengabenan yang tetap mengacu pada ala ayuning dewasa, tidak profit oriented semata namun tetap mempertimbangkan sisi kemanusiaan untuk membantu sesama adalah upaya mulia bukan langkah yang mendegradasi adat,” ucap Suteja Kumara.

Pembangunan tempat pengabenan itu, menggunakan dana BKK Provinsi Bali melalui Pemkot Denpasar sebesar Rp2,5 miliar. Saat ini sudah dalam proses, di mana CV Agnes Bangun Persada sebagai pemenang tender yang akan mengerjakan tempat pengabenan itu dengan nilai pekerjaan Rp1.919.514.144.31. (kar)

Baca juga :  Angin Kencang Terjang Pecatu, Atap Bangunan Toko Rusak

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini