Vaksinasi Difabel dan Booster Nakes Terkendala, Petugas Terpaksa Jemput Bola

picsart 09 05 02.14.35
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya.

Sumerta, DENPOST.id

Pemerintah menemukan sejumlah kendala dalam melayani vaksinasi terhadap difabel. Salah satunya minimnya kedatangan difabel menuju sentra vaksinasi.

Menyikapi kondisi itu, petugas vaksin terpaksa jemput bola dengan mendatangi rumah-rumah difabel. Selain terhadap difabel, layanan vaksinasi juga digencarkan terhadap ibu hamil, serta booster bagi tenaga kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya mengatakan sejauh ini sudah 50 persen disabilitas di Bali tervaksinasi. “Disabilitas yang divaksinasi digencarkan. Jumlahnya 11.320 orang sampai saat ini agak sulit mencari harus jemput bola, 50 persen dari disabilitas sudah tertangani,” kata Suarjaya ditemui, Sabtu (4/9/2021).

Upaya Dinas Kesehatan Provinsi Bali terus berlanjut untuk menjangkau sasaran disabilitas, dengan menggerakkan sektor organisasi-organisasi untuk mendukung program vaksinasi pemerintah ini. Ditargetkan dalam satu tahun ada 67 ribu ibu hamil dengan usia kehamilan di atas 13 Minggu dapat tervaksinasi.

Baca juga :  Tiga Tahun Kepemimpinan Gubernur dan Wagub Bali, Bangun Infrastruktur, Sarana-Prasarana Strategis dan Monumental

Sedangkan vaksinasi booster bagi tenaga kesehatan, Dinas Kesehatan Bali juga mengaku mendapat kendala tatkala sebagian dari mereka yang tidak bekerja di fasilitas kesehatan namun perorangan. Hal itu kini sudah diantisipasi dengan komunikasi bersama organisasi profesi. (106)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini