Dibeli Pemkab Sejak 2003, Kejelasan Lahan Tirta Ujung Terus Dituntut

picsart 09 05 07.08.06
TIRTA UJUNG - Dewan Karangasem, saat mengecek Tirta Ujung, beberapa waktu lalu.

Amlapura, DENPOST.id

Polemik kejelasan lahan Tirta Ujung di Desa Tumbu, Karangasem masih belum selesai. Hingga kini, seluruh pihak terus mendesak Perumda Tirta Tohlangkir untuk menyelesaikan agar tak menghambat pelayanan.

Terkait kepemilikan lahan, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Karangasem, angkat bicara. Pihaknya menuturkan lahan telah dibeli sejak tahun 2003.

Hal tersebut, diungkapkan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Karangasem, Nyoman Sutirtayasa. “Tahun 2003, lahan sudah dibeli Pemkab Karangasem, ” ujarnya.

Terkait bukti pembayaran, kwitansi sampai akta peralihan hak, Sutirtayasa menuturkan ada di Camat Karangasem selaku PPAT. “Lahan dibeli seluas 2 are dari luas 5,4 are yang termuat dalam satu sertifikat, ” imbuhnya.

Baca juga :  Mobil Pelat Merah Serempet Pejalan Kaki, Bupati dan Wakil Minta Maaf

Ditanya terkait kapan sertifikat kepemilikan dapat dipecah, Sutirtayasa menyatakan harus melalui program. “Harus diprogramkan dahulu,” tegasnya.

Sementara Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karangasem, I Wayan Suastika berharap pemerintah daerah yang menangani dalam hal ini, khususnya Dinas PUPR supaya pemecahan sertifikat terhadap lahan yang ada di lokasi tersebut. “Mana milik pemkab dan mana milik pribadi masih masih belum jelas,” ungkapnya.

Dengan upaya tersebut, penggunaan air akan lebih bermanfaat bagi banyak orang. “Bila dimanfaatkan dengan maksimal air itu mampu memenuhi kebutuhan air bersih. Khususnya bagi warga yang ada wilayah Seraya,” pungkasnya. (yun)

Baca juga :  Dipulangkan, 25 PMI Asal Klungkung Sumbang APD

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini