Sekda Bali Ingatkan Pelamar CPNS Tak Percaya Calo

Sekda Bali Ingatkan Pelamar CPNS Tak Percaya Calo
TES CPNS - Sekda Dewa Indra mengingatkan para pelamar CPNS menghindari praktik calo untuk bisa lulus tes CPNS.

Sumerta, DENPOST.id

Keberadaan calo masih membayang-bayangi para pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Di tengah komitmen pemerintah mengedepankan transparansi, masyarakat diharapkan tak percaya dengan calo yang menjanjikan mampu meloloskan seseorang menuju CPNS.

Pesan itu disanpaikan Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, saat meninjau hari pertama pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS di Kampus Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Bali, Senin (6/9/2021).

Dalam arahannya kepada peserta tes, Sekda Dewa Indra memberi jaminan transparansi pelaksanaan tes karena seluruh tahapannya menggunakan Computer Assisted Test (CAT). “Berhadapan dengan komputer, tak bisa nego dan tak bisa dikasi senyum. Itu tidak akan berpengaruh,” ujarnya.

Menurutnya ada dua hal yang bisa membantu para peserta untuk bisa lolos tes yaitu usaha dan doa yang terkabulkan. “Selain dua hal itu, tidak ada yang bisa membantu. Sekalipun punya kerabat pejabat, tidak akan bisa menolong. Termasuk saya juga tidak bisa. Yang perlu adik-adik lakukan adalah berusaha, berkonsentrasi penuh dan menjawab dengan benar,” sarannya.

Baca juga :  Kasus Positif Covid-19 di Denpasar 15 Orang, Masyarakat Diminta Waspada dan Disiplin Prokes

Birokrat kelahiran Singaraja ini mewanti-wanti para peserta agar jangan sekali-sekali percaya pada calo yang mengaku bisa membantu mereka lolos dalam seleksi CPNS dengan bayaran tertentu.

Ia memandang perlu menyampaikan hal ini karena di daerah lain masih ada oknum yang mencari kesempatan untuk menipu dalam proses seleksi CPNS.  “Tolong juga sampaikan kepada orangtua, jangan percaya kalau tiba-tiba ada yang menjanjikan bisa membantu, itu jelas penipuan. Saya tak ingin ada yang tertipu,” imbuhnya.

Baca juga :  Daerah Diberi 70 Galon Disinfektan dan 10 Ribu Masker

Kepala Kantor Regional X BKN, Paulus Dwi Laksono Harjono, ikut mengingatkan para peserta tes mengikuti seluruh aturan pada setiap tahapan seleksi. Ia juga mengingatkan para peserta jangan sekali-kali mencoba berbuat curang seperti penggunaan joki atau calo. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pada pelaksanaan tes CPNS kali ini, BKN menggunakan aplikasi face recognition.

Dengan penambahan aplikasi ini, pada tahapan screening ketika akan masuk ruang ujian, peserta wajib membuktikan keabsahan diri melalui scan wajah. “Kalau wajahnya beda, otomatis ditolak oleh sistem,” imbuhnya. Jika sampai ada yang terbukti memanfaatkan joki, BKN akan memberi sanksi keras berupa black list.

Baca juga :  Wadahi Kreativitas Anak Muda Hingga UMKM Lewat D'Youth Fest 2021

“Seumur hidup yang bersangkutan tak akan bisa lagi mengikuti seleksi CPNS karena basis pendaftaran adalah NIK,” tandasnya. (106)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini