Bupati Mahayastra Rotasi 72 ASN

picsart 09 06 08.26.00
ROTASI ASN - Bupati Gianyar, I Made Mahayastr, merotasi 72 Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam jabatan pimpinan tinggi pratama dan jabatan administrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gianyar, Senin (6/9/2021).

Gianyar, DENPOST.id

Tiga tahun Gianyar di bawah kepemimpinan Bupati Gianyar, I Made Mahayastra terus berupaya melakukan percepatan birokrasi. Dengan berbagai evaluasi, Bupati Mahayastra merotasi 72 Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam jabatan pimpinan tinggi pratama dan jabatan administrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gianyar, Senin (6/9/2021).

Bupati Mahayastra menyampaikan rotasi yang dilakukannya untuk mengisi jabatan yang lowong, serta kebutuhan organisasi untuk mempercepat proses birokrasi, baik dari segi pelayanan maupun pembangunan. “Saya sampaikan, pertama rotasi dilakukan untuk mengisi jabatan yang lowong, kedua memang kebutuhan organisasi setelah 3 tahun ada evaluasi. Dalam evaluasi ada yang berprestasi kita promosikan atau kita geser ke tempat yang lebih pas. Ada juga evaluasi karena mereka tidak bisa melaksanakan pekerjaannya dengan baik seperti ada hal hal tercela atau hal lainnya,” kata Bupati Mahayastra.

Baca juga :  Selasa, 19 Pasien Sembuh dan 25 Positif Covid-19 di Denpasar

Karena bagi Bupati Mahayastra, setelah visi misi bupati menjadi suatu program yang menjadikannya berhasil adalah birokrasi, sehingga dibutuhkan  formasi yang bagus untuk menjalankan program. “Mengatur ribuan orang sangat sulit, makanya kita perlu formasi yang pas. Karena sebagus apapun program visi misi bupati yang tertuang dalam RPJMD kalau mesinnya tidak bekerja dengan baik tidak akan berjalan,” kata pejabat asal Payangan ini.

Ditanya mengenai perombakan besar-besaran pada Dinas Kesehatan Gianyar, Bupati Mahayastra mengaku kurang puas dengan kinerja Dinas Kesehatan.

Baca juga :  Tinggal Sendirian, Mintaning Kontrak Tanah Desa

“Dinas Kesehatan memang dari awal saya sudah peringatkan setelah sebenarnya 3 atau 6 bulan mereka sudah bisa running, namun sampai sekarang manajemennya tidak bagus, sehingga saya menaruh orang-orang luar untuk bekerja di sana, baik dalam hal vaksinasi, tracing, testing dan treathment termasuk koordinasi dengan rumah sakit, baik yang negeri ataupun swasta. Semestinya mereka bisa melakukan sendiri, namun masih memerlukan tangan orang. Itu disebabkan manajemennya yang tidak bagus. Itu harus diperbaiki, sehingga saya banyak menaruh pejabat baru disana,” ujarnya. (116)

Baca juga :  Lagi, Pretima Pura di Gianyar Digondol Maling

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini