Di Denpasar, Pendisiplinan Prokes Sasar Kantong Pendatang

Di Denpasar, Pendisiplinan Prokes Sasar Kantong Pendatang
DIBERI PERINGATAN – Tim Yustisi Kota Denpasar memberi peringatan kepada salah seorang warga tanpa masker yang terjaring razia PPKM Level 4 di Jalan Danau Buyan-Jalan Danau Beratan, Selasa (7/9/2021).

Sanur, DENPOST.id

Guna mencegah penularan Covid-19 semakin meluas, Tim Yustisi Kota Denpasar tak hanya mendisiplinkan masyarakat lewat razia protokol kesehatan (prokes) di jalan-jalan protokol. Razia prokes Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 juga menyasar kantong-kantong warga pendatang, seperti di Kawasan Jalan Danau Buyan-Jalan Danau Beratan, Denpasar.

Kepala Satpol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga, menjelaskan, sidak prokes di kantong warga pendatang didampingi tim Kesehatan Kodam IX/Udayana. Warga yang terjaring razia langsung dites cepat antigen. Kalau ada yang reaktif, langsung digiring ke puskesmas terdekat menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Baca juga :  Omed-omedan di Banjar Kaja Sesetan Tetap Digelar

”Kami berusaha mendisiplinkan masyarakat lewat razia prokes. Sidak prokes ini juga salah satu bagian dari tracing. Kalau ketemu pelanggar reaktif, kita arahkan ke puskesmas terdekat untuk diperiksa dan ditelusuri siapa-siapa saja yang sempat kontak erat,’’ kata Anom Sayoga, Selasa (7/9/2021).

Dia menjelaskan, dari razia prokes yang dilaksanakan di Kawasan Jalan Danau Buyan-Jalan Danau Beratan, tim menjaring 13 pelanggar, yakni 9 orang salah memakai masker dan empat orang tanpa masker.

”Kami harapkan masyarakat tetap patuh dan taat prokes 6 M yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjaga imun, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.  Meskipun sudah divaksin, tetap harus menerapkan prokes di mana saja, kapan saja. Kalau ini dilakukan dengan baik, saya yakin tidak akan terpapar korona,’’ sarannya.

Baca juga :  10.154 Peserta Ikuti Tes CPNS di Denpasar

Terkait uang denda yang dikumpulkan selama ini, Anom Sayoga mengatakan uang tersebut sudah langsung disetorkan ke kas daerah. Namun dia mengaku tidak tahu, untuk apa uang it uke depannya. “Kami hanya menjalankan tugas di lapangan dan kalau ada uang denda langsung ditransfer ke kas daerah. Pengelolaan diperuntukan apa, saya kurang tahu,’’ ujarnya.

Salah seorang warga Denpasar, I Wayan Tantra, mengaku sangat mendukung setiap upaya yang dilakukan pemerintah untuk mencegah meluasnya penyebaran Covid-19. Apalagi dia dan keluarganya sudah pernah terpapar. “Yang belum terpapar sebaiknya disiplin menerapkan prokes. Yang sudah pernah terpapar, jangan abaikan prokes. Kena Covid-19 benar-benar menyiksa. Badan lemas, indra penciuman dan perasa hilang. Beruntung saya dan keluarga berhasil melewati masa-masa sulit ini. Semoga warga yang lain sadar akan pentingnya prokes, dan jangan sampai mengalami apa yang keluarga kami pernah alami,” ucapnya. (103/suryaningsih)

Baca juga :  Berjualan di Trotoar, Puluhan Pedagang di Jl. Gunung Kawi Ditertibkan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini