Diduga Lakukan Pungli ke Pasien, Oknum Dokter Bedah di RSUD Klungkung Diganjar Turun Pangkat

picsart 09 07 05.47.31
SIDAK RSUD - Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, saat sidak di RSUD Klungkung, beberapa wakti lalu.

Semarapura, DENPOST.id

Dunia kesehatan di Kabupaten Klungkung, kembali tercoreng. Hal ini menyusul ulah salah seorang oknum dokter bedah berinisial B di RSUD Klungkung yang diduga melakukan pungutan liar (pungli) kepada pasiennya.

Bahkan akibat ulah “nakalnya” tersebut, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta langsung menjatuhkan sanksi berupa penurunan pangkat kepada oknum dokter tersebut. Apalagi dokter B ini, sempat melakukan hal yang sama pada tahun 2015.

Direktur RSUD Klungkung, dr. Nyoman Kesuma ketika dikonfirmasi membenarkan adanya salah seorang oknum dokter yang dijatuhi sanksi oleh Bupati Suwirta. Menurut dr, Kesuma, peristiwa tersebut bermula dari adanya laporan dari seorang pasien yang berasal dari Desa Lembongan, Nusa Penida.

Sebelumnya, pasien tersebut akan melakukan operasi hernia di RSUD Klungkung sekitar April 2021. Oknum dokter B yang selama ini bertugas di ruang bedah, meminta pasien mengeluarkan sejumlah biaya untuk pengadaan alat operasi.

Baca juga :  Suwirta Minta Perbekel Fokus Atasi Kemiskinan dan Sampah

Namun, saat operasi berlangsung, alat yang rencananya akan disediakan oleh dokter B justru tidak ada. Sebaliknya, operasi tersebut justru berjalan dengan alat-alat yang memang sudah disediakan pihak RSUD. “Seharusnya pasien memang tidak boleh dimintai biaya, karena rumah sakit yang nanggung. Karena ada laporan, lalu kita proses dan uangnya dikembalikan sekitar Rp800 Ribu. Dia (dokter B-red) sudah minta maaf, tapi karena sudah kejadian maka tetap kita proses pelanggaran disiplin pegawai. Apalagi aturan rumah sakit kan tidak boleh ada pembayaran di luar kasir resmi,” tegas dr. Kesuma.

Baca juga :  Jumlah Pasien Covid-19 Dalam Perawatan Terus Menurun

Sementara Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta mengaku sudah menandatangani surat keputusan penurunan pangkat setingkat lebih rendah untuk dokter B. Sanksi kali inipun diakui lebih berat, lantaran oknum dokter tersebut sudah sempat melakukan kesalahan serupa.

“Saya sudah tanda tangan surat keputusan kemarin soal penurunan dari jabatan fungsionalnya. Yang jelas pangkatnya turun setingkat. Karena dulu kan sudah pernah, jadi dua kali sekarang. Dia bertugas di luar ketentuan,” tegasnya. (119)

Baca juga :  Penerapan Prokes di Jembrana Diminta Diperketat

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini