DTW Diuji Coba, Vaksinasi dan Aplikasi ‘’PeduliLindungi’’ Syarat Masuk

Konsep Otomatis
UMUMKAN SE - Gubernur Bali Wayan Koster saat mengumumkan SE Nomor 15 Tahun 2021 tentang PPKM Covid-19 dalam tatanan kehidupan era baru pada Selasa (7/9/2021) di Jaya Sabha, Denpasar. DenPost.id/ist

Sumerta, DenPost.id

Pemerintah pusat kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa dan Bali hingga Senin (13/9/2021). Atas dasar itu Pemprov Bali mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 15 Tahun 2021t tentang PPKM Covid-19 dalam tatanan kehidupan era baru. SE itu diumumkan Gubernur Bali Wayan Koster pada Selasa (7/9/2021) di Jaya Sabha, Denpasar.

Menurut Gubernur Koster, ada hal-hal yang mendapat penekanan dalam SE No.15 Tahun 2021 seperti kegiatan di pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan, boleh dibuka dengan ketentuan hanya diizinkan beroperasi 50% hingga pukul 21.00. Pemilik usaha wajib menerapkan aplikasi ‘’PeduliLindungi’’ untuk melakukan screening (pemeriksaan) terhadap semua pegawai/karyawan dan pengunjung pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan terkait. Pengunjung yang diizinkan masuk ke pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan adalah mereka yang divaksin anticovid-19 dosis II. Kelompok masyarakat berisiko tinggi (wanita hamil, penduduk usia di bawah 12 tahun dan di atas 70 tahun) tidak diizinkan memasuki pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan. Khusus restoran/rumah makan, kafe di dalam pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan, dapat menerima makan di tempat (dine in) dengan kapasitas maksimal 25%  dan waktu makan maksimal 30 menit. Pun bioskop, tempat bermain anak-anak, dan tempat hiburan, di pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan, tetap ditutup.

Baca juga :  Tempuh Jalur Niskala, Ini Ritual untuk “Halau” Virus Corona

Hal menarik yang disampaikan Gubernur Koster yakni daya tarik wisata (DTW) alam, budaya, buatan, spiritual, dan desa wisata, diuji coba dibuka dengan kapasitas pengunjung maksimal 50% dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) sangat ketat dan menggunakan aplikasi ‘’PeduliLindungi’’.

Bagi yang melakukan perjalanan dengan transportasi udara dapat menunjukkan hasil negatif antigen (H-1) dengan syarat memperoleh vaksini dosis II, dan hasil negatif PCR H-2 jika baru memperoleh vaksin dosis I. Bukti telah mengikuti vaksinasi ditunjukkan melalui aplikasi PeduliLindungi.

Baca juga :  BPBD Bali Imbau Masyarakat Waspada Ini

Gubernur Koster juga mengimbau krama (masyarakat) Bali agar mendukung penanganan pandemi di Pulau Dewata dengan menerapkan prokes dan menaati aturan PPKM. “Menaati, melaksanakan protokol kesehatan, dan menerapkan pola hidup sehat, serta bebas covid-19 dengan 6M : memakai masker standar dengan benar, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi bepergian, meningkatkan imun, dan menaati aturan,” tegas Gubernur tamatan ITB ini.

Bagi krama Bali yang belum divaksin dosis I dan II agar segera mengikuti vaksinasi di wilayah masing-masing untuk mengurangi risiko penularan covid-19. Bagi krama yang kontak erat dengan warga yang terpapar covid-19 agar berinisiatif dan bersedia mengikuti tracing yang dilaksanakan aparat TNI dan Polri. Sedangkan krama Bali yang mengalami gejala awal (demam, pilek, batuk, sesak napas, hilang indra penciuman dan perasa) agar segera melakukan testing (pengujian) swab berbasis PCR.

Baca juga :  Rabu dan Kamis, Tiga Warga Meninggal Akibat Covid-19

Bagi krama yang terpapar covid-19 tanpa gejala dan gejala ringan agar segera menjalani isolasi terpusat (isoter) yang disiapkan oleh pemprov/pemkab/pemkot. Warga dilarang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah, agar tidak menular ke anggota keluarga. Bagi warga yang terpapar covid-19 dengan gejala sedang dan berat agar segera ke rumah sakit rujukan di wilayah masing-masing guna menghindari kondisi memburuk dan membahayakan diri sendiri.

“Saya perlu menyampaikan bahwa banyak kasus kematian terjadi karena warga terlambat menjalani testing swab PCR dan masuk rumah sakit dalam kondisi parah sehingga sangat membahayakan nyawanya. Bahkan tidak dapat diselamatkan ketika dirawat di rumah sakit,” pungkas Gubernur Koster. (wir)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini