Komisi III DPRD Klungkung Minta Dokter Pungli Dimutasi

picsart 09 08 07.21.32
Ketua Komisi III DPRD Klungkung, Wayan Mardana.

Semarapura, DENPOST.id

Dugaan kasus pungli yang dilakukan oknum dokter bedah berinisial B di RSUD Klungkung, mendapat perhatian Ketua Komisi III DPRD, Wayan Mardana. Politisi dari Partai Golkar ini berencana akan memanggil Direktur RSUD Klungkung, dr. Nyoman Kesuma untuk membahas persoalan tersebut.

Apalagi sanksi yang diberikan kepada dokter tersebut, dituding terlalu ringan.

“Kalau menurut pandangan saya, sanksi administrasi tersebut tidak ada efek jera. Harusnya pak Dirut RSUD harus berani mengambil tindakan tegas terhadap oknum dokter seperti itu,” ujar Wayan Mardana, Rabu (8/9/2021).

Menurut Mardana, oknum dokter yang sudah dua kali terciduk melakukan pungli tidak sepantasnya hanya dijatuhi sanksi administrasi dan penurunan pangkat. Sebagai efek jera, semestinya oknum dokter berinisial B tersebut diberi sanksi lebih tegas. Seperti halnya dimutasi, sehingga oknum dokter tersebut tidak memiliki kesempatan untuk mengulangi perbuatannya.

Baca juga :  10.430 KK Diusulkan Dapat BLT Kabupaten Klungkung

“Seharusnya Pak Dirut harus tegas. Karena di rumah sakit masih ada pungli kan itu layanan sosial. Sanksinya harus tegas,  sedikit banyak setelah diberi sanksi administrasi harusnya dimutasi. Jangan diberi kesempatan untuk melakukan perbuatan yang sama,” usulnya.

Sementara menindaklanjuti persoalan tersebut, politisi asal Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan ini mengatakan Komisi III segera akan memanggil Direktur RSUD Klungkung. Bahkan agar kasus serupa tidak boleh terulang lagi di rumah sakit, ia berharap Direktur RSUD dan seluruh jajarannya benar-benar jeli melihat situasi di lapangan, sehingga tidak ada kesempatan bagi oknum dokter untuk berbuat di luar ketentuan. (119)

Baca juga :  Persiapan Idul Adha, Distan Denpasar Periksa Kesehatan Ternak

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini