Tanpa Vaksin Lengkap, Pedagang Pantai Kuta Dilarang Jualan

picsart 09 09 04.54.00
DIBUKA - Prajuru Desa Adat Kuta saat membuka kembali penutup pintu masuk ke Pantai Kuta. DENPOST.id/ist

Kuta, DENPOST.id

Setelah dibuka, pascakeluarnya SE Gubernur Bali No. 51 tentang uji coba destinasi wisata, Pantai Kuta mulai kedatangan pengunjung, Kamis (9/9/2021).
Meski tidak begitu ramai, warga masyarakat, khususnya pedagang menyambut positif dibukannya pantai berkelas dunia tersebut.

Selama dibuka, Desa Adat Kuta akan memberlakukan pengawasan ketat terhadap pengunjung dan pedagang. Salah satunya melarang pedagang yang belum divaksin lengkap untuk berjualan. Hal itu diungkapkan Bendesa Adat Kuta, Wayan Wasista diminta komentarnya terkait uji coba pembukaan destinasi.

Baca juga :  Jelang Libur Panjang, Basarnas Selenggarakan Siaga SAR Khusus

Wasista memaparkan, dengan dibukannya Pantai Kuta secara otomatis pedagang pantai juga akan mulai diperbolehkan berjualan. Namun diutamakan yang sudah divaksin Covid-19 secara lengkap.
Sementara pedagang yang belum divaksin hingga dosis kedua, untuk sementara belum diizinkan berjualan. “Mudah-mudahan dengan ini, masyarakat akan sadar, kalau vaksinasi itu sangat penting untuk dirinya sendiri, untuk lingkungan dan untuk kita bersama,” harap Wasista.

Lebih lanjut dikatakan, warga Kuta yang selama ini mengandalkan sektor pariwisata sebagai penunjang ekonomi, merasa sangat berat dengan penutupan pantai tersebut.
Terlebih masyarakat Kuta sudah lama menunggu hal ini dengan harapan masyarakat tetap dapat mengais rezeki di Pantai.
“Jika pariwisata Bali mulai bangkit dari keterpurukan ekonomi, tentu masyarakat Kuta khususnya, dapat ikut membaik dari keterpurukannya selama ini,” ujarnya.

Baca juga :  Wujudkan Pariwisata Berkualitas, Pemkab Badung Gelar Gathering Ini

Pihaknya menyambut positif keluarnya Surat Edaran (SE) Nomor 15 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Provinsi Bali. Di mana mulai mengizinkan Daya Tarik Wisata (DTW) Alam, Budaya, Buatan, Spiritual, dan Desa Wisata untuk uji coba dibuka.

Namun dia menegaskan, meski dibuka, pengunjung wajib menaati protokol kesehatan (prokes). Selain itu sesuai SE, pengunjung yang masuk ke kawasan pantai Kuta juga akan dibatasi maksimal 50 persen.

Baca juga :  Mabuk, Bule Tabrak Tiga Motor

Untuk pengawasan prokes, dia mengaku akan menerjunkan petugas jagabaya dan pecalang. Bukan itu saja, pengunjung dan pedagang juga nantinya akan diatur lewat pemeriksaan aplikasi PeduliLindungi.
“Kami akan perketat pengawasan dengan menerjunkan petugas Jagabaya dan pecalang untuk mengatur jumlah pengunjung dan pedagang,” pungkasnya. (113)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini