FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Sukses Gelar Yudisium Berbasis Prokes, Mahasiswa Hingga Rektor Wajib Jalani “Test Swab”

picsart 09 09 09.30.12
YUDISIUM - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Mahadewa Indonesia, saat menggelar yudisium di tengah pandemi Covid-19, Rabu (8/9/2021) di Hotel Aston Denpasar, secara daring dan luring.

Tonja, DENPOST.id

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Mahadewa Indonesia, sukses menggelar yudisium di tengah pandemi Covid-19, Rabu (8/9/2021) di Hotel Aston Denpasar, secara daring dan luring.

Kegiatan ini, digelar berbasis protokol kesehatan. Undangan hingga pengisi acara, seperti penari wajib mengenakan masker maupun pelindung wajah, tes suhu tubuh dan menjaga jarak fisik di dalam ruangan. Sebelum masuk ruangan, para mahasiswa menjalani tes usap antigen bagi mereka yang belum divaksin, atau baru menjalani vaksinasi dosis pertama. Hal itu turut dijalani oleh Rektor.

Baca juga :  Awal April, Bandara Ngurah Rai Layani 36.042 Penumpang

Dekan FKIP, Dr. Komang Indra Wirawan, S.Sn., M.Fil.H. yang diwawancarai, Kamis (9/9/2021) menerangkan kegiatan yang melibatkan 400 lulusan dari sembilan program studi ini, dikonsep dengan matang.
Menurutnya, ini merupakan yudisium perdana yang digelar FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia. “Yudisium dilakukan bertahap, kami bagi menjadi empat sesi. Sesi pertama, kita hadirkan undangan dan mahasiswa Cum Laude sembilan prodi, jadi ada 55 orang plus undangan. Dan perangkat lain, seperti penari dan lain-lain. Sehingga sesi pertama diisi 85 orang,” terang Wirawan.

Gedung tempat yudisium itu, memiliki kapasitas seribu orang, sehingga ia menilai jumlah orang yang terlibat relatif aman dari penularan Covid-19. Setiap sesi berakhir juga dilakukan sterilisasi sebelum kegiatan dilanjutkan. “Sesi kedua kita libatkan 129 orang, sesi ketiga 124 orang dan sesi keempat 149 orang. Jadinya start dari jam 09.30 wita sampai jam 15.30 wita,” terangnya.

Baca juga :  Eddy Mulya, Alit Wiradana dan Wisnu Wijaya Jadi Tiga Besar Calon Sekda Kota Denpasar

Untuk penyajian makanan, dilakukan dengan kemasan dan tidak makan di tempat. Menurutnya ini adalah pola adaptasi agar kegiatan pendidikan tetap dapat digelar di tengah pandemi Covid-19. Terlebih yudisium menjadi salah satu momentum yang didambakan oleh mahasiswa.
“Kita sebagai mahasiswa dan akademisi sudah sepatutnya menjalankan imbauan pemerintah. Dengan situasi pandemi ini, kita tidak bisa menghindar. Namun agar Tri Dharma Perguruan Tinggi tetap jalan, kita tetap terapkan prokes yang disiplin,” paparnya.

Baca juga :  Covid-19 di Denpasar, 64 Orang Terpapar dan Tiga Pasien Meninggal

Seiring menurunnya kasus baru Covid-19, dia berharap kegiatan-kegiatan di dunia pendidikan dapat digelar secara normal. (a/106)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini