Datangi EC, Kasatpol PP Bali Hanya Beri Teguran

Konsep Otomatis
PERIKSA KARAOKE – Foto dokumentasi memperlihatkan Kasatpol PP Kota Denpasar I Dewa Gede Anom Sayoga didampingi staf memeriksa sekaligus menyidik pengelola dua karaoke di Kantor Satpol PP Denpasar, Senin (9/8) lalu.(DenPost.id/ist)

Denpasar, DenPost.id

Tempat dugem, Karaoke EC (Executive), di Jl.Imam Bonjol yang nekat buka di tengah PPKM Level 4, akhirnya ‘’digerebek’’ aparat Satpol PP Provinsi Bali setelah mendapat laporan dari warga pada Kamis (9/9/2021) malam. Hal itu diungkapkan sumber DenPost yang tak mau disebut namanya, Jumat (10/9/2021).

Dia menambahkan dalam ‘’penggerebakan’’ itu, Satpol PP Provinsi Bali tidak langsung menyegel maupun menjatuhkan sanksi tegas terhadap pengelola karaoke yang pernah disegel dan dijatahi sanksi denda Rp 1 juta oleh Satpol PP Kota Denpasar tersebut. Sang pengelola ditoleransi tetap buka asalkan tidak melanggar jam tutup yakni pukul 21.00.

Baca juga :  Di Denpasar, 7 Pasien Sembuh dan Positif 9 Orang

Kasatpol PP Provinsi Bali I Dewa Nyoman Rai Dharmadi saat dihubungi Jumat kemarin lewat HP menyebutkan bahwa pihaknya bukan menggerebek Karaoke EC, tapi hanya memantau operasionalnya. Satpol PP tidak menjatuhkan sanksi bagi pengelola, namun hanya memberi teguran. ‘’Kami hanya memantau dan menegur. Lagi punya tamunya sedikit,’’ tandasnya, pelan.

Sedangkan Gubernur Bali Wayan Koster saat dihubungi pada Kamis (9/9/2021) mengungkapkan bahwa tempat hiburan seperti kafe, karaoke, dan sejenisnya, sama sekali belum boleh buka selama PPKM Level 4. Hal ini sesuai dengan Instruksi Mendagri dan SE Gubernur Bali. Jika ada tempat hiburan yang membandel, Gubernur mengatakan tak segan-segan mengambil tindakan tegas. Terlebih tempat dugem sangat berpotensi menimbulkan kerumunan serta penyebaran covid-19.

Baca juga :  Tiga Bulan, Lakalantas Renggut 70 Nyawa

Hal serupa dikatakan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, Dewa Gede Rai. Menurutnya, tempat hiburan seperti kafe, bar, dan karaoke, memang belum boleh buka selama PPKM. “Sudah jelas diterangkan dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendgari) No.39 Tahun 2021 dan Surat Edaran (SE) Gubernur Bali No.15 Tahun 2021 hanya untuk uji coba pembukaan destinasi wisata (DTW) dan pusat perbelanjaan (mall) di Bali. Sedangkan tempat hiburan, belum boleh buka,” bebernya.

Sumber DenPost menyebut pemerintah perlu satu bahasa dalam menegakkan aturan supaya penerapannya tidak simpang-siur di lapangan. Dia menyebut bahwa Gubernur Bali Wayan Koster dengan tengah mengatakan bahwa tempat hiburan memang belum boleh buka, kecuali uji coba DTW dan mall. Sedangkan pihak lain menyebut boleh buka asal tidak melanggar jam tutup.

Baca juga :  Berawal dari Bercanda, Oknum PNS Cabul Ngaku Khilaf

Sumber ini mengaku bingung karena perintah tidak konsisten. ‘’Aturan yang mana sebenarnya yang berlaku? Tidak ada kejelasan. Jika terus begini, upaya menekan kasus covid-19 di Bali tidak akan tercapai, karena tempat hiburan pada umumnya menimbulkan kerumunan. Yang salah bukanlah pemerintah, tapi oknum pengusaha yang tidak mau mengikuti aturan dan ikut-serta menangani pandemi,’’ tandasnya. (tim dp)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini